- Esai dan OpiniUrgensi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai Fondasi Literasi Dini di Sekolah Dasar
- Esai dan OpiniMenjaga Jangkar Identitas: Reorientasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra SD di Tengah Badai Literasi Digital
- Esai dan OpiniBahasa dan Sastra sebagai Cerminan Budaya serta Sarana Pembentukan Karakter Generasi Muda
- Esai dan OpiniPeran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Membangun Karakter Generasi Muda
- Esai dan OpiniDrama sebagai Ruang Tumbuh Bahasa, Empati, Kreativitas, dan Keberanian Berekspresi Siswa Sekolah Dasar

Drama sebagai Ruang Tumbuh Bahasa, Empati, Kreativitas, dan Keberanian Berekspresi Siswa Sekolah Dasar
By : Elfira Hulu, Menurut saya, drama merupakan modalitas pendidikan yang sangat menarik dan menguntungkan bagi siswa sekolah dasar. Drama melampaui tindakan sekadar tampil di hadapan penonton atau menghafal garis secara langsung; ini berfungsi sebagai instrumen multifaset yang memfasilitasi pengembangan siswa yang komprehensif di berbagai domain. Melalui partisipasi dalam drama, anak-anak memperoleh keterampilan penting seperti komunikasi verbal, empati terhadap karakter fiksi, keterlibatan kolaboratif dengan teman sebaya, peningkatan kemampuan kreatif, dan budidaya kepercayaan diri ketika tampil di hadapan audiens. Oleh karena itu, saya menegaskan bahwa drama memerlukan pengakuan sebagai pendekatan pedagogis penting dalam institusi pendidikan dasar, terutama dalam konteks pengajaran bahasa dan sastra Indonesia.
Menurut saya, keuntungan utama drama terletak pada kapasitasnya untuk memfasilitasi penguasaan bahasa di antara siswa dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Ketika siswa mewujudkan karakter dalam naskah, mereka tidak hanya terlibat dengan teks, tetapi juga memahami nuansa dialog, mengartikulasikan garis dengan intonasi yang sesuai, dan memodifikasi ekspresi mereka sesuai dengan tuntutan kontekstual. Misalnya, ketika siswa melakukan drama yang menggambarkan skenario biasa di rumah atau di lingkungan akademik, mereka memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan kesopanan, kejelasan, dan relevansi. Pendekatan ini sangat kontras dengan metode pedagogis yang berfokus secara eksklusif pada eksposisi instruktur, karena drama secara aktif mempertahankan keterlibatan siswa dalam pengalaman pendidikan.
Menurut saya, pengalaman seperti ini sangat penting karena empati adalah sikap yang harus dibangun sejak usia sekolah dasar.
Drama juga menurut saya dapat menjadi media yang sangat efektif untuk menumbuhkan kreativitas siswa. Dalam kegiatan drama, anak-anak diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri melalui suara, gerakan tubuh, mimik wajah, dan cara berbicara. Mereka tidak hanya mengikuti naskah secara kaku, tetapi juga belajar menambahkan ekspresi agar tokoh yang diperankan terasa hidup. Misalnya, saat memerankan tokoh yang tegas, siswa bisa menggunakan suara yang lebih keras dan sikap tubuh yang mantap. Sebaliknya, ketika memerankan tokoh yang lembut, mereka bisa berbicara dengan suara yang pelan dan ekspresi yang tenang. Hal-hal seperti ini membuat drama menjadi kegiatan yang menyenangkan karena memberi ruang bagi anak untuk berimajinasi dan berkreasi.
Menurut saya, selain kreativitas, drama juga sangat berperan dalam melatih keberanian siswa untuk berekspresi. Banyak anak sekolah dasar yang sebenarnya memiliki potensi, tetapi masih malu berbicara di depan teman-temannya. Melalui drama, mereka mendapat kesempatan untuk tampil dalam suasana yang lebih santai dan tidak terlalu menegangkan. Perlahan-lahan, rasa malu itu bisa berkurang karena mereka terbiasa berbicara, bergerak, dan menunjukkan ekspresi di depan orang lain. Contohnya, seorang siswa yang awalnya pendiam bisa menjadi lebih percaya diri setelah diberi peran kecil dalam drama kelas. Menurut saya, keberanian seperti ini sangat berharga karena bukan hanya berguna di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, drama menurut saya juga dapat membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna. Ketika siswa menampilkan sebuah drama, mereka tidak hanya belajar tentang isi cerita, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan yang ada di dalamnya. Misalnya, dalam drama bertema persahabatan, anak-anak belajar tentang kerja sama, saling menolong, dan menghargai teman. Dalam drama yang mengangkat cerita rakyat, mereka dapat belajar tentang keberanian, kejujuran, atau akibat dari perbuatan buruk. Jadi, drama bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pendidikan karakter yang sangat kuat. Dengan cara ini, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia menjadi lebih hidup dan berkesan bagi siswa.
Menurut saya, drama juga mampu memperkuat kerja sama antar siswa. Dalam satu pementasan, setiap anak memiliki peran masing-masing. Ada yang menjadi tokoh utama, ada yang menjadi tokoh pendukung, ada yang menyiapkan properti, dan ada juga yang membantu bagian musik atau narasi. Semua itu menunjukkan bahwa drama bukan kegiatan individu, melainkan kegiatan kelompok yang membutuhkan kebersamaan. Misalnya, saat kelompok siswa menampilkan drama tentang kehidupan di pasar, mereka harus saling membantu agar alur cerita berjalan lancar. Dari proses itu, anak-anak belajar bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing dan menghargai peran teman lain. Dimana ini sangat penting untuk membentuk sikap sosial yang baik sejak dini.
admin
30 May 2026
By: Siti Aisyah, Pelajaran Bahasa Indonesia di jenjang sekolah dasar memegang peranan penting dalam menumbuhkan kecakapan literasi anak sejak awal. Literasi itu sendiri mencakup lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan anak dalam mencerna informasi, mengutarakan gagasan, serta berinteraksi secara efektif dalam keseharian mereka. Di rentang usia sekolah dasar, perkembangan kemampuan bahasa …
admin
30 May 2026
By : Putri Meisyah, Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar (SD) saat ini menghadapi tantangan ganda tuntutan penguasaan teknologi digital dan ancaman hilangnya kedalaman berbahasa akibat konsumsi media sosial yang instan. Esai ini menyoroti bagaimana kurikulum modern berhasil mengintegrasikan multimedia, namun di sisi lain terjebak dalam pendangkalan makna bahasa (krisis kosakata) dan hilangnya apresiasi …
admin
30 May 2026
By : Harum Hainah, Bahasa dan sastra merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pikiran, gagasan, serta perasaan, sedangkan sastra menjadi media yang mampu menggambarkan kehidupan manusia secara lebih indah dan mendalam. Dalam kehidupan masyarakat, bahasa berfungsi sebagai identitas budaya dan alat pemersatu, sementara sastra …
admin
30 May 2026
By: Siva Virghi Maywa Tyo, Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki peran penting dalam dunia pendidikan karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter peserta didik. Melalui pembelajaran Bahasa dan Sastra, siswa tidak hanya belajar memahami struktur bahasa, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir, berinteraksi, serta memahami nilai-nilai penting dalam proses pendidikan. …
admin
30 May 2026
By: Rani Fauziah Hasibuan, Dalam dunia pendidikan, kemampuan literasi membaca memiliki peranan yang sangat penting. Literasi membaca bukan hanya sekadar kemampuan mengenal huruf atau membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan mengambil makna dari informasi yang dibaca. Kemampuan ini menjadi dasar utama bagi siswa dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, literasi membaca …
admin
30 May 2026
By: Dini Aulia Br Sinaga, Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah dasar merupakan salah satu bagian penting dalam proses pendidikan. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan ide, gagasan, pikiran, dan perasaan kepada orang lain. Sementara itu, sastra menjadi sarana untuk mengembangkan imajinasi, kreativitas, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kehidupan. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa …
18 Dec 2024 2.908 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.035 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.536 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.