
FILSAFAT PENDIDIKAN
By: Adzkia Aladha Nihayatun Nufus, Syakila Mawaddah Caniago
Filsafat pendidikan merupakan kajian yang mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar yang mendasari dunia pendidikan, baik dari segi tujuan, metode, maupun nilai-nilai yang diterapkan dalam proses pendidikan itu sendiri. Sebagai cabang filsafat, filsafat pendidikan berusaha untuk menjawab berbagai pertanyaan fundamental tentang apa yang seharusnya diajarkan bagaimana cara mengajarkannya, dan untuk apa pendidikan dilakukan. Dalam konteks ini, filsafat pendidikan tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga berhubungan erat dengan praktik pendidikan sehari-hari yang melibatkan individu, guru, dan masyarakat.
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, wawasan, serta keterampilan individu untuk menghadapi tantangan hidup. Oleh karena itu, penting untuk memahami dasar-dasar filsafat pendidikan yang dapat membimbing para pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang sistem pendidikan yang tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial, moral, dan intelektual peserta didik. Melalui filsafat pendidikan, kita dapat lebih memahami bagaimana pendidikan seharusnya berjalan, serta bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran.
Artikel ini akan mengulas berbagai pandangan dalam filsafat pendidikan, mulai dari tujuan dan pendekatannya hingga tantangan yang dihadapi dalam menerapkannya di dunia nyata. Dengan memahami filsafat pendidikan, kita dapat lebih menghargai pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk menciptakan individu yang cerdas, beretika, dan mampu berkontribusi pada kemajuan masyarakat. Filsafat pendidikan, dalam pandangan saya, adalah dasar yang sangat penting untuk membangun sistem pendidikan yang dapat menanggapi tantangan zaman.
Dalam dunia yang terus berkembang ini, pendidikan bukan hanya sekedar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter dan mempersiapkan generasi penerus untuk menghadapi berbagai perubahan sosial, teknologi. Oleh karena itu, filsafat pendidikan harus selalu diperbaharui agar dapat tetap relevan dengan kondisi masyarakat. Menurut pendapat saya, tujuan utama pendidikan adalah untuk membentuk individu yang berpikir kritis dan memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam kehidupan mereka.
Konsep ini sering kali dikemukakan oleh tokoh-tokoh seperti John Dewey, yang menekankan bahwa pendidikan harus berbasis pengalaman dan memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Selain itu, filsafat pendidikan mengajarkan bahwa pendidikan bukanlah sesuatu yang terpisah dari kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat diterapkan langsung dalam konteks sosial dan budaya di mana siswa berada.
Misalnya, pendidikan yang menekankan pada nilai-nilai keadilan, kebebasan, dan tanggung jawab sosial akan mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Namun, dalam realitasnya, banyak tantangan yang dihadapi dalam penerapan filsafat pendidikan ini. Salah satunya adalah ketidakmerataan akses terhadap pendidikan berkualitas. Di banyak negara, masih terdapat kesenjangan sosial dan ekonomi yang memengaruhi kesempatan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus memperjuangkan pendidikan yang inklusif. Dalam konteks ini, saya berpandangan bahwa pendidikan harus memberikan perhatian khusus pada pengembangan karakter dan penanaman nilai-nilai moral. Pendidikan yang hanya berfokus pada aspek intelektual saja dapat menghasilkan individu yang cerdas secara akademis, tetapi tidak memiliki empati atau kesadaran sosial.
Hal ini bisa memicu masalah sosial yang lebih besar di masyarakat, seperti ketidakpedulian terhadap sesama atau perilaku yang tidak etis. Oleh karena itu, pendidikan harus memadukan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter yang kuat. Dalam pandangan saya, filsafat pendidikan memiliki peran yang sangat krusial dalam menciptakan sistem pendidikan yang bukan hanya mendidik secara intelektual, tetapi juga secara moral dan sosial.
Pendidikan seharusnya tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan individu yang cerdas secara akademis, tetapi juga individu yang memiliki empati, etika, dan kesadaran sosial. Membangun pendidikan yang inklusif dan berbasis pada nilai-nilai humanistik adalah langkah penting untuk mencapai tujuan ini. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana menerapkan filsafat pendidikan ini secara nyata.
Oleh karena itu, pembaruan dalam sistem pendidikan harus terus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan global. Dengan demikian, filsafat pendidikan bukan hanya menjadi teori yang abstrak, tetapi menjadi panduan praktis dalam menghadapi tantangan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua. Saya percaya, jika pendidikan diterapkan dengan benar, berdasar pada nilai-nilai luhur dan filsafat dan memiliki empati terhadap sesama, siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.256 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.189 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.