- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Fondasi Utama Perkembangan Diri dan Bangsa
By: Eka Pebrina Sembiring
Di era digital saat ini, di mana layar gadget mendominasi kehidupan sehari-hari, membaca sering kali terpinggirkan. Namun, membaca permulaan—yaitu kebiasaan membaca sejak usia dini atau tahap awal kehidupan—merupakan kunci utama dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan kemampuan berpikir kritis seseorang. Menurut UNESCO, anak-anak yang terbiasa membaca sejak kecil memiliki peluang 50% lebih tinggi untuk sukses akademik dan profesional di masa depan. Pentingnya membaca permulaan, manfaatnya bagi individu dan masyarakat, serta strategi praktis untuk menanamkan kebiasaan ini. Dengan demikian, membaca bukan sekadar hobi, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
Manfaat Membaca Permulaan bagi Perkembangan Individu Membaca permulaan memberikan dampak mendalam pada otak dan kepribadian anak. Pada usia 0-6 tahun, periode emas perkembangan otak, paparan bacaan sederhana seperti buku bergambar atau cerita pendek merangsang pertumbuhan sinapsis saraf. Penelitian dari American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa anak yang dibacakan cerita setiap hari memiliki kosakata 20% lebih luas dan kemampuan empati yang lebih baik. Bayangkan seorang balita yang mendengar dongeng tentang keberanian; ia tidak hanya belajar kata-kata baru, tapi juga nilai moral seperti ketekunan dan kejujuran.Selain itu, membaca permulaan membangun fondasi literasi seumur hidup.
Anak yang terlatih membaca sejak dini cenderung unggul dalam matematika, sains, dan seni, karena membaca melatih fokus dan imajinasi. Sebagai contoh, program “Reading Aloud” di Finlandia telah meningkatkan indeks PISA siswa mereka menjadi yang tertinggi di dunia. Di Indonesia, inisiatif serupa seperti Gerakan Literasi Nasional (GLN) membuktikan bahwa siswa SD di daerah pedesaan yang rutin membaca buku cerita mengalami peningkatan prestasi belajar hingga 30%. Tanpa membaca permulaan, anak berisiko mengalami kesulitan belajar, yang pada akhirnya menghambat karir mereka di masa dewasa. Dampak Sosial dan Ekonomi Membaca PermulaanPada tingkat masyarakat, membaca permulaan menjadi pilar pembangunan bangsa.
Negara-negara maju seperti Singapura dan Jepang sukses karena budaya membaca yang ditanamkan sejak PAUD. Di Indonesia, survei Program untuk Pengukuran Pencapaian Siswa Internasional (PISA) 2018 menempatkan literasi membaca siswa kita di peringkat 74 dari 79 negara, menandakan krisis literasi nasional. Jika tidak diatasi dengan membaca permulaan, hal ini akan menghambat inovasi dan daya saing ekonomi. Ekonom seperti Amartya Sen berargumen bahwa literasi adalah “kapital manusia” yang paling berharga, di mana satu tahun penambahan literasi dapat meningkatkan PDB per kapita hingga 2-3%.Lebih lanjut, membaca permulaan mengurangi kesenjangan sosial.
Di daerah terpencil seperti Papua atau NTT, akses buku minim, menyebabkan siklus kemiskinan. Program seperti “Rumah Baca” oleh Komunitas Buku Berkelanjutan telah membuktikan bahwa menyediakan buku anak di posyandu meningkatkan partisipasi sekolah sebesar 40%. Dengan demikian, membaca permulaan bukan hanya tanggung jawab orang tua, tapi juga pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan generasi yang mandiri dan berdaya saing global.Strategi Praktis Menanamkan Kebiasaan Membaca Permulaan Untuk mewujudkannya, diperlukan pendekatan sederhana tapi konsisten.
Pertama, orang tua bisa memulai dengan “storytime” harian 15-20 menit sebelum tidur, memilih buku bertema lokal seperti cerita wayang atau legenda Nusantara agar relevan budaya. Kedua, sekolah harus integrasikan membaca sebagai kegiatan wajib, seperti perpustakaan keliling atau klub baca digital. Ketiga, pemerintah perlu tingkatkan anggaran perpustakaan anak dan subsidi buku murah, mirip program “Buku Utama” di Malaysia. Contoh sukses adalah kampanye “Baca Buku Sehari” di Bandung, di mana ribuan anak terlibat dan indeks membaca daerah naik 25% dalam dua tahun. Tantangan seperti gadget addiction bisa diatasi dengan aplikasi audiobook interaktif, menggabungkan teknologi dan tradisi.
Membaca permulaan adalah gerbang menuju masa depan cerah, baik bagi individu maupun bangsa. Dengan manfaat kognitif, sosial, dan ekonomis yang luar biasa, kebiasaan ini harus menjadi prioritas utama. Mari kita mulai dari diri sendiri: bacakan buku untuk anak hari ini, dan panen generasi emas besok. Seperti kata Nelson Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia”—dan membaca permulaan adalah pelurunya.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.117 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.