Home » Esai dan Opini » JANGAN SALAHKAN GLOBALISASI, BAHASA DAERAH MATI KARENA TIDAK KITA CINTAI

JANGAN SALAHKAN GLOBALISASI, BAHASA DAERAH MATI KARENA TIDAK KITA CINTAI

admin 01 Apr 2025 285

By: Nazwa Aulia Syahrani

Sering kali, globalisasi dianggap sebagai kambing hitam atau yang selalu disalahkan atas punahnya bahasa daerah. Padahal, punahnya bahasa daerah adalah karena kurangnya rasa cinta dan kepedulian kita sendiri. Globalisasi memang menjadi salah satu sebab adanya pergeseran bahasa daerah, namun bukan berarti kita bisa secara mutlak menyalahkannya atas kepunahan ini. Globalisasi hanyalah arus yang membawa perubahan, tetapi kitalah yang memegang kendali atas bagaimana bahasa dan budaya daerah ini dipertahankan.

     Fakta menunjukkan dari 718 bahasa daerah di Indonesia, berdasarkan data tahun 2019, terdapat 11 bahasa yang mengalami kepunahan dan 24 bahasa mengalami kemunduran dari sisi jumlah penuturnya. Sedangkan berdasarkan data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) tahun 2024, dari 718 bahasa daerah terdapat 18 bahasa daerah berstatus aman, 21 rentan, 3 mengalami kemunduran, 29 terancam punah, 8 kritis, dan 5 punah. Salah satu penyebab utamanya adalah semakin sedikitnya jumlah penutur asli bahasa daerah tersebut, terutama dari kalangan generasi muda. Ini bisa terjadi karena generasi muda sekarang lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing, karena menganggap bahasa daerah tidak relevan dengan kehidupan modern, bahkan dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Indonesia benar-benar mengalami kepunahan semua bahasa daerah.

              Sebagai generasi muda dan juga pewaris budaya, sudah seharusnya kita mengambil peran aktif dalam melestarikan bahasa daerah. Misalnya dengan menggunakan bahasa daerah dilingkungan nonformal, pengenalan bahasa ibu kepada anak-anak, hingga penerapannya dalam pembelajaran disekolah. Inilah beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan bahasa daerah. Rasa cinta pada bahasa daerah harus ditanamakan sejak kecil, agar generasi selanjutnya memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya mereka.

            Disisi lain, teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kelestarian bahasa daerah, misalnya dalam bermedia sosial, aplikasi belajar bahasa, dan konten-konten kreatif yang menggunakan bahasa daerah menjadi cara yang efektif untuk menarik perhatian para generasi muda agar bisa mencintai bahasa daerah. Dengan menggabungkan kecintaan terhadap budaya dan pemanfaatan teknologi, harapannya bahasa daerah bisa tetap hidup dan dicintai oleh setiap generasi.

            Jadi, melestarikan dan menjaga dari punahnya bahasa daerah adalah tanggung jawab kita bersama. Jika kita memang mencintai bahasa daerah, kita akan menjaganya, menggunakannya tanpa rasa malu dan merasa ketinggalan zaman, serta harus mewariskannya ke generasi selanjutnya. Sebab, bahasa daerah bukan hanya sekedar alat komunikasi, tetapi juga merupakan identitas, sejarah, dan jiwa suatu bangsa.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …