Home » Esai dan Opini » Ketidaktahuan Bahasa Bangsa Pada Masyarakat Pedalaman Indonesia

Ketidaktahuan Bahasa Bangsa Pada Masyarakat Pedalaman Indonesia

admin 03 Nov 2025 138

By: Dwia Amanda. Bahasa Indonesia sejak lama telah ditetapkan sebagai bahasa persatuan bangsa. Ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 menjadi tonggak penting yang menegaskan tekad para pemuda dari berbagai daerah untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Namun, di balik semangat persatuan itu, masih ada sebagian masyarakat Indonesia terutama mereka yang tinggal di wilayah pedalaman yang belum sepenuhnya mengenal dan menggunakan Bahasa Indonesia dalam keseharian. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena menunjukkan adanya kesenjangan dalam penguasaan bahasa nasional di tengah keberagaman masyarakat.

Salah satu penyebab utama rendahnya pemahaman masyarakat pedalaman terhadap Bahasa Indonesia adalah faktor pendidikan. Tidak semua anak di pedalaman memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal. Banyak dari mereka yang putus sekolah, bahkan ada yang tidak pernah bersekolah sama sekali karena jarak yang jauh atau fasilitas yang terbatas. Akibatnya, Bahasa Indonesia yang seharusnya mereka pelajari melalui pendidikan formal tidak terserap dengan baik. Bahasa yang digunakan sehari-hari tetap bahasa daerah, sebab itulah bahasa yang hidup di lingkungan keluarga dan komunitas sekitar.

Selain pendidikan, kondisi geografis juga berperan besar. Wilayah pedalaman umumnya terpencil dan sulit diakses. Minimnya interaksi dengan penduduk dari luar daerah menyebabkan masyarakat tidak merasa perlu menggunakan Bahasa Indonesia. Mereka bisa berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa daerah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini berbeda dengan masyarakat perkotaan yang setiap hari berhadapan dengan berbagai latar suku, sehingga pemakaian Bahasa Indonesia menjadi keharusan.

Faktor budaya pun tidak kalah penting. Bagi masyarakat pedalaman, bahasa daerah merupakan identitas yang diwariskan secara turun-temurun. Bahasa tersebut hidup dalam tradisi, upacara adat, dan cerita rakyat yang menjadi bagian dari kehidupan sosial. Karena begitu kuat melekat, Bahasa Indonesia sering dianggap asing, bahkan tidak terlalu dibutuhkan. Namun, ketika mereka harus berurusan dengan dunia luar misalnya dalam layanan kesehatan, pendidikan, atau administrasi.Ketidaktahuan terhadap Bahasa Indonesia menimbulkan kesulitan komunikasi.

Dampaknya terasa luas. Anak-anak dari pedalaman kerap tertinggal dalam pelajaran karena Bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di sekolah. Keterbatasan penguasaan bahasa ini juga membuat mereka sulit bersaing di dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian, ketidaktahuan terhadap bahasa nasional berkontribusi terhadap kesenjangan sosial dan pendidikan di Indonesia.

Meski demikian, situasi ini tidak boleh dipandang sebagai kelemahan masyarakat pedalaman semata. Sebaliknya, hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat luas. Pemerintah perlu memperluas akses pendidikan hingga ke pelosok, menambah tenaga pendidik yang memahami bahasa lokal, serta merancang metode pembelajaran yang lebih ramah bagi anak-anak pedalaman. Pendekatan dwibahasa dapat menjadi langkah efektif agar masyarakat tetap melestarikan bahasa daerah tanpa kehilangan kemampuan berbahasa Indonesia.

Pada akhirnya, Bahasa Indonesia harus benar-benar hadir sebagai alat pemersatu, bukan hanya simbol kebangsaan. Ketidaktahuan masyarakat pedalaman terhadap bahasa bangsa perlu diatasi melalui pendidikan yang inklusif dan kebijakan kebahasaan yang berpihak pada semua lapisan masyarakat. Dengan begitu, mereka tetap dapat mempertahankan jati diri melalui bahasa daerah, sekaligus mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …