Beranda » Esai dan Opini » LITERASI DALAM SATU MENIT: DAMPAK VIDEO PENDEK(TIKTOK, INSTAGRAM REELS, YOUTUBE SHORTS) BAGI GENERASI DIGITAL

LITERASI DALAM SATU MENIT: DAMPAK VIDEO PENDEK(TIKTOK, INSTAGRAM REELS, YOUTUBE SHORTS) BAGI GENERASI DIGITAL

By: Nabilah Azzahra, Di era sekarang platform digital seperti Tiktok, Intagram Reels, serta Youtube Shorts pada dasarnya sudah menjadi bagian dari kehidupan generasi sekarang, yang awamnya dikenal sebagai generasi Z. Platform ini menyajikan formula “scroll tanpa henti” bagi penggunanya, yang dimana sudah  menjadi suatu media hiburan, tidak hanya menjadi sumber hiburan tetapi platform ini adalah sumber informasi terkini bagi masyarakat. Konten yang disajikan oleh  Tiktok, Instagram Reels, serta Youtube Shorts memiliki durasi kurang lebih satu menit, dimana memberikan dopamin instan dan menciptakan efek adiktif bagi penggunanya untuk terus menerus mencari konten baru dikarenakan pola scrolling tanpa henti, yang diberikan oleh platform digital tersebut. Singkatnya durasi konten yang berikan lalu formula “scrolling tanpa henti” sudah menjadi bagian dari konsumsi generasi masa kini, lalu bagaimana dampak yang akan diberikan terhadap kemampuan literasi dalam mengelola informasi bagi generasi sekarang.

Konten dengan durasi pendek tidak dapat dipungkiri keberhasilannya, media ini bukan lagi hanya hiburan semata namun juga sebagai sumber informasi bagi generasi sekarang. Konten yang disajikan sangat beragam mulai dari berita terkini, sejarah dunia hingga pengetahuan yang biasanya dipelajari di sekolah, disajikan dengan format visual yang menarik. Penyampaian dan juga akses informasi yang sangat mudah tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi kaula muda. Tanpa disadari platform ini dengan cepatnya sudah menjadi bagian dari kehidupan generasi sekarang. Video pendek yang menyajikan audio serta visual ini terbukti menawarkan akses pengetahuan  yang efektif  bagi generasi sekarang, dimana hal ini akan menjadi gerbang pengetahuan serta menumbuhkan minat literasi bagi generasi muda.

 Penggunanaan platform digital yang menyajikan video pendek dapat dikaji melalui teori kontruksi sosial yang dikemukakan oleh Peter L Berger dan Thomas Luckman, teori ini mengandung pemahaman bahwa kenyataan (reality) dibangun secara sosial. Serta kenyataan dan pengetahuan istilah kunci untuk memahaminya. Lalu teori konstruksi sosial membagi dalam tiga tahap yaitu: tahap pertama ialah eksternalisasi, dalam hal ini generasi sekarang mulai menunjukkan preferensinya terhadap konten yang singkat, instan dan formula scrolling tanpa henti, hal ini ditunjukkan terhadap durasi konsumsi media digital. Pada tahap kedua objektivitas, hal ini menunjukkan dengan platform memberikan sebuah aturan baru berupa suatu algoritma yang menunjukkan video yang pendek dan cepat, sehingga khalayak menganggap informasi maupun pengetahuan yang disajikan adalah suatu hal yang normal, objektif dan sah-sah saja. Pada tahap terakhir internalisasi, ketika suatu video dengan format yang pendek dan cepat sudah dianggap normal maka generasi sekarang akan menganggap atensi yang pendek terhadap suatu informasi maupun pengetahuan ialah suatu hal yang normal. Hal ini akan menyebabkan turunnya tolerasi pada suatu format yang panjang dan penurunan terhadap fokus jangka panjang pada kegiatan literasi.

Bentuk penerimaan terhadap video pendek yang berisikan konten singkat akan memberikan tantangan bagi literasi generasi sekarang. Pada konteks ini literasi tidak hanya sekadar membaca maupun menulis tetapi bagaimana generasi sekarang memahami dan mengolah suatu informasi. Informasi yang dikemas dalam suatu video pendek dengan durasi kurang lebih satu menit, sudah menjadi penerimaan baru bagi generasi sekarang. Informasi mengenai isu-isu yang rumit dikemas dalam video kurang lebih satu menit akan menyebabkan penyederhanaaan informasi, sehingga kurangnya detail informasi dalam suatu video, hal ini disebabkan dengan pola baru dimana semua serba cepat dan ringkas. Suatu bentuk penerimaan baru inilah yang akan menjadi cikal bakal masalah literasi di zaman sekarang.

Fokus utama mengenai masalah ini terkait dengan tantangan literasi, dan bagaimana platform digital menyajikan video dengan durasi pendek serta penyajian informasi yang ringkas. Penyajian informasi serba instan dapat menyebabkan generasi sekarang lebih terbiasa dengan hal yang singkat dan cepat, sehingga kurangnya penempatan fokus dan minat terhadap suatu informasi atau pengetahuan yang disajikan dalam bentuk panjang, terperinci dan memerlukan analisis serta pengelolaan suatu informasi. Hal ini kedepannya dapat mengakibatkan penurunan kemampuan seseorang dalam membaca mendalam apabila terbiasa mengkonsumsi konten dengan durasi singkat. Lalu, kebiasaan mengkonsumsi video yang pendek akan menimbulkan pemahaman yang dangkal terhadap suatu informasi, pemahaman yang dangkal karena mengesampingkan detail dari suatu informasi akan menimbulkan kekeliruan dalam menerima suatu informasi, dan kesalahan interpretasi. Dampak seperti ini yang menimbulkan kekhawatiran serta menjadi perhatian terkait konsumsi konten secara berlebihan, dimana kedepannya akan menurunkan  literasi serta kemampuan kognitif generasi zaman sekarang.

Penurunan kualitas literasi terkait dengan video pendek ini jika dikaji berdasarkan teori ekologi media yang dicetuskan McLuhan, dimana teori ini membahas tentang bagaimana lingkungan media itu sendiri yang memainkan peran utama dalam kehidupan manusia. Dalam konteks masalah yang terjadi dimaksudkan bahwa video dengan durasi pendek ini yang memainkan peran utamanya bukan isi konten itu sendiri. Video dengan durasi singkat memberikan pengaruh kepada penggunanya untuk membetuk pola pikir super cepat dan penyajian yang ringkas dalam bentuk visual. Hal ini menunjukkan pergantian antara kebiasaan lama dimana literasi yang detail serta pemahaman membaca mendalam yang dianalisis secara keseluruhan, menjadi format super cepat, ringkas dan instan.

Dampak yang ditimbulkan diharapkan tidak terjadi secara berkala atau terus menerus, tindakan pelarangan nampaknya bukan sebuah solusi mengenai masalah ini, Karena disamping  dampak negatif yang diberikan, platform yang menyajikan video dengan durasi pendek ini juga sudah menjadi media yang menarik dan memberikan dampak positif apabila digunakan sebaik mungkin, bahkan menjadi gerbang baru bagi literasi digital. Maka, solusi dapat diberikan mengenai permasalahan ini adalah berikan batasan durasi penggunaan platform agar mengkontrol efek adiktif yang diterima, kemudian solusi yang bisa dilaksanakan adalah lakukan kegiatan membaca yang terstruktur dan mendalam, tidak langsung membaca buku yang berat namun bacalah buku secara teratur bisa dimulai dengan bacaan yang ringan, lalu rubahlah cara mengkonsumsi informasi di platform, jangan jadikan video dengan durasi singkat sebagai patokan dalam mendapatkan informasi, carilah informasi yang lebih lengkap sebagai pendukung informasi yang didapatkan, informasi bisa didapatkan melalui artikel maupun jurnal. Solusi terakhir yang dapat dilakukan adalah mulailah kegiatan lain yang lebih bermanfaat, jangan jadikan penggunaan platform video pendek menjadi yang utama, tetapi hanya sebagai hiburan sementara saja.

Kesimpulan yang dapat dipaparkan adalah penggunaan platform digital seperti Tiktok, Instagram Reels, Youtube Shorts sudah menjadi bagian dari kehidupan generasi zaman sekarang yang tidak dapat dipisahkan, tidak hanya sebagai suatu hiburan, tetapi juga sebagai sumber informasi terkini. Platform ini sendiri memberikan dampak positif maupun negatif didalamnya, yang dimana fokus utama dalam essai ini adalah bagaimana video dengan durasi pendek dapat mempengaruhi kemampuan literasi generasi zaman sekarang. Disamping dampak negatif maupun dampak positif yang diberikan, diharapkan kepada generasi sekarang tidak hanya menjadi sekadar penikmat konten dengan durasi video yang singkat, tetapi lebih bijak dalam penggunaannya. Oleh karena itu solusi yang diberikan tidak ditekankan kepada pelarangan penggunaan platform, tetapi bagaimana generasi sekarang harus mampu mengkontrol diri serta mampu menganalisis informasi yang tepat. Diharapkan generasi sekarang kedepannya mampu menjadi sosok yang memiliki wawasan yang jauh kedepan, tidak mudah menerima informasi secara instan dan menjadi sosok yang mampu menganalisis informasi secara menyeluruh.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less