Beranda » Esai dan Opini » MEMBACA DULU, BIAR NGAK KUDET (KURANG UPDATE) DI ERA DIGITAL

MEMBACA DULU, BIAR NGAK KUDET (KURANG UPDATE) DI ERA DIGITAL

By: Qori An-Nisa, Dea Laila Syahrani

                Membaca bukan suatu kegiatan yang sulit. Membaca (Reading) merupakan proses memahami makna dari teks tertulis untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan. Kompetensi membaca adalah 3 dari 4 aspek kebahasaan. Menurut Tarigan (2008), menjelaskan bahwa membaca adalah proses memperoleh makna dari teks tertulis. Membaca bukan hanya melihat atau melafalkan kata-kata tetapi melibatkan pemahaman dan penyerapan informasi. Hal ini karena membaca bukan hanya sekedar melihat akan tetapi melibatkan pemahaman untuk mendapatkan informasi dalam bentuk teks.

                Di tengah arus informasi yang cepat, kemampuan kita dalam membaca untuk memahami informasi menjadi kunci utama kita untuk tetap mengikuti perkembangan zaman. Banyak sekali informasi atau trend terbaru saat ini yang tersedia dalam bentuk artikel, e- book, ataupun bisa juga dari aplikasi yang ada seperti, wattpad, feedly, pocket, zinio dan lain-lain. Dengan membaca, kita bisa mendapatkan insight dari sumber yang ada, dan kita dapat memahami trend yang sedang berkembang, dan siap mengahadpi perubahan yang cepat di era digital.

                Media sosial menyediakan banyak informasi tetapi tidak semuanya fakta, bisa juga informasi tersebut hoax. Kita harus melestarikan membaca dari sumber yang valid (seperti sosial media yang resmi). Hal itu dapat membantu kita memperoleh informasi yang valid dan menghindari informasi yang hoax di era digital sekarang.hal ini dapat kita pahami pentingnya untuk meningkatkan literasi digital pada masyarakat.

                Sekarang, kita membaca tidak lagi terbatas pada buku cetak saja. Ada banyak pilihan kita untuk membaca, seperti artikel di situs berita(detik.com), blog edukatif, hingga buku digital (wattpad, instagram, twitter dan lain-lain).

                Adapun cara kita membaca secara efektif untuk membangun kebiasaan membaca di era digital biar kita ngak kudet (kurang update), kita dapat berlangganan di web newslleter, kita bisa follow akun media sosial yang informasinya itu valid, seperti akun ig (@ditjen.dikti)yang mana akun ig tersebut dibuat secara resmi yang berisi tentang pendidikan tinggi, sains,dan teknologi. Tidak hanya instagram saja bisa juga melalui media sosial tiktok, telegram, google news, facebook, dan youtube.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less