- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

MEMPERTAHANKAN KEBERADAAN BAHASA JAWA DI TENGAH KERAGAMAN BAHASA DAERAH SUMATERA UTARA
Penulis : Nadiah Azlila
Di tengah masyarakat Sumatera Utara yang kaya akan keragaman budaya dan bahasa, bahasa Jawa berupaya mempertahankan eksistensinya di antara bahasa daerah lain yang lebih mendominasi. Sumatera Utara tidak semata-mata dikenal dengan masyarakat Batak yang kuat mempertahankan adat dan bahasanya, namun juga menjadi rumah bagi berbagai suku lain, termasuk suku Jawa yang telah menetap di sana selama berabad-abad.
Ketika berjalan di pasar tradisional atau duduk di warung kopi, kadang terdengar percakapan dalam beragam bahasa, mulai dari Batak Toba, Karo, Mandailing, Melayu, hingga bahasa Indonesia yang menjadi alat komunikasi utama antaretnis. Akan tetapi, semakin jarang terdengar obrolan dalam bahasa Jawa, terutama dari generasi muda keturunan Jawa yang lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah lain yang mereka serap dari lingkungan sekitar.
Sejarah mencatat bahwa kehadiran suku Jawa di Sumatera Utara tak lepas dari kebijakan kolonial Belanda pada awal abad ke-20. Ribuhan orang Jawa dibawa ke Sumatera Timur untuk bekerja di perkebunan tembakau, karet, dan kelapa sawit. Mereka datang sambil membawa budaya, adat istiadat, serta bahasa mereka yang khas.
Di masa lampau, desa-desa yang dihuni oleh masyarakat Jawa masih kental dengan nuansa tradisional. Anak-anak bermain sambil berbincang dalam bahasa Jawa, para orang tua bergosip di sore hari dengan menggunakan dialek khas mereka, dan upacara adat seperti kenduri atau slametan masih berlangsung dalam bahasa jawa. Namun, seiring berjalannya waktu, suasana itu mulai berubah.
Saat ini, banyak keluarga Jawa yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Anak-anak mereka bersekolah dengan kurikulum nasional yang tidak mengajarkan bahasa Jawa, sementara pergaulan dengan teman-teman dari suku lain membuat mereka lebih nyaman menggunakan bahasa yang lebih umum digunakan.
Di tengah dominasi bahasa Batak dan Melayu, bahasa Jawa tampaknya menjadi minoritas yang terpinggirkan. Anak muda keturunan Jawa mungkin masih memahami bahasa tersebut, namun mereka ragu untuk menggunakannya. Mereka khawatir terdengar “kuno” atau berbeda dari teman-temannya.
Di sisi lain, media dan teknologi juga turut berkontribusi dalam menurunkan intensitas penggunaan bahasa Jawa. Acara televisi dan media sosial lebih banyak menyajikan isi dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing, sedangkan program berbahasa Jawa sangat minim. Akibatnya, generasi muda semakin jarang mendengar bahasa Jawa di luar lingkungan keluarga mereka.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, masih ada harapan untuk melestarikan bahasa Jawa di Sumatera Utara. Upaya ini harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak-anak. Jika para orangtua kembali membiasakan anak-anak mereka berbicara dalam bahasa Jawa di rumah, maka bahasa ini akan tetap hidup dari generasi ke generasi.
Di tingkat komunitas, berbagai kegiatan budaya dapat dijadikan sarana untuk memperkenalkan dan memperkuat penggunaan bahasa Jawa. Pertunjukan wayang kulit, ketoprak, atau kuda lumping bisa menjadi media yang menarik bagi generasi muda untuk mengenal bahasa leluhur mereka. Komunitas budaya Jawa juga dapat mengadakan kursus atau pelatihan bahasa Jawa agar anak-anak dan remaja memiliki tempat untuk belajar dan mempraktikkan bahasa mereka dengan lebih percaya diri.
Sekolah juga mempunyai peran penting dalam pelestarian bahasa Jawa. Jika memungkinkan, sekolah-sekolah yang memiliki banyak siswa keturunan Jawa dapat memasukkan muatan lokal berupa pembelajaran bahasa dan budaya Jawa. Kegiatan ekstrakurikuler seperti drama berbahasa Jawa atau lomba pidato dalam bahasa Jawa dapat menjadi cara yang efektif untuk menarik minat siswa.
Memelihara bahasa Jawa di Sumatera Utara bukan cuma upaya untuk menjaga komunikasi antar generasi, namun juga untuk melestarikan identitas budaya yang telah diturunkan oleh leluhur terdahulu. Bahasa bukan sekadar alat berhubung saja, tetapi juga cerminan cara berfikir, nilai-nilai, dan kearifan lokal yang membentuk watak suatu masyarakat.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, tiap bahasa daerah memiliki tantangan untuk tetap ada. Akan tetapi, jika ada kesadaran dan usaha dari pihak keluarga, masyarakat, sekolah, dan pemerintah maka bahasa Jawa masih memiliki peluang besar untuk terus hidup dan berkembang di tanah Sumatera Utara.
Dengan langkah-langkah nyata ini, kita tidak hanya menjaga bahasa Jawa tetap ada, tetapi juga memastikan bahwa generasi masa depan masih dapat menikmati indahnya bahasa dan budaya yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang masyarakat Jawa di Sumatera Utara.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.