Home » Esai dan Opini » Menelaah Dan Merevisi Bahan Ajar Bahasa Indonesia Pada Sekolah Menengah Atas

Menelaah Dan Merevisi Bahan Ajar Bahasa Indonesia Pada Sekolah Menengah Atas

admin 04 Nov 2025 119

By: Putri Azziza Azzaro. Pendidikan Bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan berbahasa sekaligus berpikir kritis peserta didik. Melalui pembelajaran bahasa, siswa tidak hanya diharapkan mampu menggunakan bahasa secara benar dan efektif, tetapi juga memahami fungsi sosial, budaya, dan akademik dari bahasa itu sendiri. Dalam konteks Kurikulum 2013 edisi revisi, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk membangun kompetensi komunikatif dan literasi peserta didik, baik dalam ranah personal, sosial, akademik, maupun profesional. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui penyusunan bahan ajar yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Buku teks menjadi salah satu bentuk bahan ajar, utama yang berfungsi sebagai pedoman bagi guru dan sumber belajar bagi siswa.

Oleh karena itu, penting untuk meninjau sejauh mana buku teks, khususnya Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum 2013 Edisi Revisi, telah disusun berdasarkan prinsip pengembangan bahan ajar yang baik. Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum 2013 edisi revisi merupakan bahan ajar yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan berbahasa peserta didik secara utuh, meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Bab pertama dalam buku ini berjudul “Membuat Surat Lamaran Pekerjaan”. Materi tersebut memiliki posisi penting karena melatih siswa menghadapi dunia kerja nyata, sekaligus mengasah keterampilan menulis formal fungsional.

Namun, dalam proses pengembangan bahan ajar, perlu dianalisis apakah materi dan tujuan pembelajaran dalam bab ini telah sesuai dan mampu mencapai kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Analisis ini juga penting untuk menilai kesesuaian penyajian buku dengan prinsip pengembangan bahan ajar, seperti relevensi dengan kebutuhan peserta didik, berkemaknaan materi, konsistensi antar bagian, serta berkepihakan pada pembelajaran aktif dan kontekstual.

Menurut Prastowo (2015), pengembangan bahan ajar harus memperhatikan empat prinsip utama, yaitu relevansi, konsistensi, kecukupan, dan kontekstualitas. Daryanto (2014) menambahkan bahwa bahan ajar yang baik harus mampu memfasilitasi siswa untuk belajar mandiri dan mengembangkan potensi berpikir kritis. Sementara itu, menurut Kemendikbud (2018), bahan ajar yang disusun dalam konteks Kurikulum 2013 perlu berorientasi pada pendekatan pembelajaran siswa dengan menumbuhkan nilai-nilai karakter dan literasi abad ke-21, seperti kemampuan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis.

Adapun empat Kompetensi Inti (KI) pada bab ini meliputi:

    1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
    2. Menghayati dan mengamalkan perilaku sosial seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan peduli.
    3. Memahami dan menerapkan pengetahuan factual, konseptual, dan procedural dalam bidang Bahasa Indonesia.
    4. Mengolah dan menciptakan dalam ranah konkret dan abstrak melalui kegiatan berbahasa yang kreatif.

Jika dikaitkan dengan Materi Membuat Surat Lamaran Pekerjaan, ke empat Kompotensi Inti (KI) tersebut secara umum sudah relevan. Misalnya kompotensi inti 3 dan 4 selaras dengan kegiatan memahami struktur surat dan menyusunnya secara kreatif dan efektif. Kompetensi inti  2 juga dapat diinternalisasi melalui sikap tanggung jawab dan kejujuran saat menulis surat lamaran yang mencerminkan integritas probadi. Namun, dalam implementasinya, buku cenderung hanya menonjolkan aspek pengetahuan dan keterampilan (KI 3 dan KI 4) sedangkan (KI 1 DAN KI 2) sikap spiritual dan sosial, belum diintegrasikan secara lengkap dan jelas.

Adapun terdapat empat Kompetensi Dasar (KD) dalam bab ini yaitu:

    1. Mengidentifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan yang dibaca.
    2. Mengidentifikasikan unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan
    3. Menyajikan simpulan sistematika dan unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan dalam bentuk visual
    4. Menyususn surat lamaran pekerjaan dengan memperhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.

Kompetensi Dasar (KD) tersebut sudah menunjukan kesinambungan antara ranah pengetahuan dan keterampilan. Akan tetapi, kegiatan belajar tersebut masih terlalu fokus pada analisis bentuk dan penulisan ulang surat lamaran tanpa pendalman kontekstual, misalnya bagaimana menulis surat lamaran sesuai bidang pekerjaan tertentu, perusahaan, atau media digital. Adapun evaluasi berdasarkan prinsip pengembangan bahan ajar yaitu:

    1. Relevansi: Materi surat lamaran pekerjaan sangat relevan dengan kebutuhan siswa kelas XII yang akan menghadapi dunia kerja,. Namun, relevansi kontekstualnya dapat ditinggalkan dengan memasukkan contoh surat lamaran di dunia digital (melalui email, atau platform karier).
    2. Konsistensi: Hubungan antara kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator sudah konsisten. Akan tetapi, penyusunan kegiatan belajar perlu lebih sistematis agar alur pembelajaran dari identifikasi, analisis, hingga produksi surat menjadi lebih terpadu.
    3. Kecukupan: Materi sudah cukup memadai secara struktur, tetapi belum cukup dalam aspek kebahasaan praktis (misalnya perbedaan gaya bahasa formal dan semiformal).
    4. Kontekstualitas: Aspek kontekstual masih lemah. Contoh surat lamaran belum dikaitkan dengan bidang kerja atau profesi nyata yang dikenal siswa.
    5. Kebermaknaan: Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa memahami bahwa surat lamaran mencerminkan karakter pribadi dan etika professional.

Ada juga usulan revisi berdasarkn prinsip pengembangan bahan ajar yaitu:

    1. Perumusan Tujuan Pembelajaran Baru

Tujuan pembelajaran sebaiknya tidak hanya berfokus pada penguasan struktur teks, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan etika provisional.

    1. Revisi Materi dan Kegiatan Pembelajaran
    2. Tambahkan variasi surat lamaran digital, surat lamaran Bahasa inggris, dan surat lamaran untuk magang.
    3. Gunakan model project-based learning.
    4. Tambahkan kolom refleksi nilai.
    5. Gunakan media digital dan contoh nyata.
    6. Revisi Indikator Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran
    7. Siswa mampu mengidentifikasi struktur dan kebahasan surat lamaran pekerjaan dari berbagai sumber
    8. Siswa mampu menganalisis kesesuaian isi surat lamaran dengan jenis pekerjaan dan perusahaan.
    9. Siswa mampu menyajikan hasil analisis dan bentuk visual atas prestasi digital
    10. Siswa mampu menyusun surat lamaran yang kreatif, jujur, dan sesuai kaidah Bahasa Indonesia baku.

Revisi evaluasi pembelajaran hendaknya mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Misalnya yaitu

    1. Kognitif: ketepatan isi dan struktur surat.
    2. Afektif: nilai kejujuran, tanggung jawab, bekerja sama
    3. Psikomotor: keterampilan mengetik, dan mengirim surat digital

Jadi berdasarkan analisis terhadap isi buku Lembar Kerja Siswa Bahasa Indonesia Kelas XII tersebut, dapat disimpulkan bahwa materi dan tujuan pembelajaran secara umum telah sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetens Dasar (KD), namun belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar yang efektif dan kontekstual. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal, revisi perlu difokuskan pada penggayaan konteks actual, penerapan pembelajaran berbasis proyek, pengintegrasikan nilai karakter, serta penggunaan media digital. Dengan demikian, pembelajaran menulis surat lamaran pekerjaan tidak hanya menghasilkan teks formal, tetapi juga membentuk peserta didik yang komunikatif, beretika, siap akan menghadapi dunia kerja modern.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Melestarikan Bahasa Daerah di Tengah GempuranGlobalisasi

admin

30 Nov 2025

By: Fitriani Saragih. Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya raya, tidak hanya akan sumber daya alam, tetapi  juga kekayaan budaya  dan  bahasa. Dengan  lebih dari 700 bahasa daerah yang tersebar dari  Sabang   sampai  Merauke,  bahasa-bahasa  ini merupakan  pilar  utama identitas lokal dan  nasional. Namun,  di tengah  arus  deras globalisasi dan  dominasi bahasa internasional  serta  Bahasa …

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT

admin

30 Nov 2025

By: Rizki Rahmat. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Salah satu fenomena sosial terluas di abad ke-21 adalah media sosial,seperti Instagram, TikTok, X, dan Facebook. Seringkali dikenal dengan nama X (dibaca Twitter),media sosial berfungsi sebagai alat komunikasi. Namun, itu juga membentuk perilaku dan cara berpikir yang membentuk masyarakat. Saya …

PERANAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH

admin

30 Nov 2025

By: Khairun Nisa Dalam media pembelajaran merupakan komunikasi antara seorang guru dan siswa melalui sebuah alat dan Teknik (Ramadhan,2020). Proses pembelaajaran di sekolah dapat menjadi efektif Ketika komunikasi dan berinteraksi anatra guru dan siswa menggunakan sebuah media pembelajaran berupa alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan informasi dalam pembelajaran. Media juga berfungsi sebagai alat untuk …

Pengembangan Dan Revisi Bahan Ajar Non Cetak

admin

12 Nov 2025

By: Lola Musfira. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia Pendidikan, terutama dalam cara guru menyajikan materi pembelajaran. Pembelajaran Bahasa Indonesia, sebagai salah satu mata pelajaran inti, kini tidak lagi hanya berfokus pada penguasaan teori kebahasaan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Salah satu materi yang saya ambil …

Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Kritis dan Bermakna Melalui Materi Debat

admin

04 Nov 2025

Pendahuluan Pembelajaran Bahasa Indonesia sering kali dilihat hanya sebagai upaya melatih kemampuan membaca, menulis, dan tata bahasa yang benar. Namun, di balik struktur kalimat dan diksi yang tepat, mata pelajaran ini memegang peran krusial dalam pembentukan nalar dan karakter. Di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi opini saat ini, kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi secara …

Pengaruh Tiktok Terhadap Perubahan Tingkah Laku Remaja

admin

04 Nov 2025

By: Mawaddah Rahmah. Di tengah dunia yang bergerak secepat guliran jempol di layar ponsel, TikTok muncul sebagai ruang baru tempat para remaja belajar mengenal dunia, dan mungkin, mengenal dirinya sendiri. Setiap tarian, potongan musik, dan video  singkat menjadi semacam bahasa yang dipahami generasi sekarang, bahasa tanpa buku teks, tapi penuh makna sosial. Di ruang digital …