Home » Esai dan Opini » MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA DAERAH SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BAHASA DIERA MODERNISASI

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA DAERAH SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BAHASA DIERA MODERNISASI

admin 01 Apr 2025 247

By: Nur Hunava

Bahasa daerah dalam perkembangan era modernisasi dan globalisasi yang kian maju menyebabkan bahasa daerah dapat mengalami penurunan yang cepat. Penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu maupun bahasa nasional semakin berkurang. Padahal, bahasa memiliki peran krusial dalam membentuk identitas nasional, khususnya dalam mencerminkan jati diri suatu bangsa dan kekayaan lingustiknya. Namun demikian, pada generasi muda, khususnya pengguna bahasa daerah akan terancam limitasi. Mekanisme ini disebabkan keberadaan teknologi, informasi lebih banyak dengan bahasa yang dominan, penurunan kebiasaan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, dalam beberapa dekade, banyak bahasa daerah akan punah tanpa upaya dari individu untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa daerah, sehingga upaya untuk memperbaikinya harus menjadi poin utama.

Bahasa daerah memiliki peran yang tidak kalah penting dalam pembentukkan identitas budaya dan kearifan lokal. Menurut penelitian yang dilakukan oleh UNESCO, setiap dua minggu ada satu bahasa di dunia yang benar-benar punah karena jumlah penutur aktif yang tidak mencukupi. Tidak terkecuali Indonesia yang dikenal memiliki jumlah bahasa yang sangat tinggi. Berdasarkan data dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikkan dan Kebudayaan RI, ada sekitar 718 bahasa daerah di Indonesia. Beberapa bahasa diantara itu bahkan masuk kedalam kategori kritis dan terancam punah. Oleh sebab itu, untuk melestarikan warisan budaya ini, meningkatkan kemampuan berbahasa daerah harus menjadi prioritas.

Dalam era modernisasi, terdapat beberapa langkah strategis yang dapat diambil untuk meningkatkan kemampuan berbahasa daerah masyarakat. Pertama, belajar bahasa daerah juga dapat menjadi Pelajaran di sekolah sebagai bagian dari kurikulum formal maupun non-formal. Dengan demikian, generasi muda dapat mulai mengenal, memahami, dan belajar menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, manfaatkan teknologi yang ada agar belajar berbahasa daerah menjadi menarik bagi generasi muda. Dengan adanya aplikasi pembelajaran bahasa daerah, media sosial, dan konten digital berbahasa daerah, belajar bahasa menjadi lebih menarik. Contoh penerapannya, membuat video edukatif, komik digital, atau podcast dalam bahasa daerah sehingga masyarakat pembelajar berkomunitas untuk belajar bahasa daerah.

Mengenai keluarga, bahwa keluarga juga memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga bahasa daerah agar tetap berkembang. Orangtua sebagai agen pertama pembelajaran bahasa harus menjalankan fungsi kebahasaannya, tumbuh bersama anak. Melalui cara itu, anak tertanam bahwa bahasa daerahnya merupakan suatu hal yang harus tetap digunakan dan dilestarikan. Komunitas atau pemerintah daerah juga dapat mengadakan festival budaya dan lomba pidato dalam bahasa daerah serta menerbitkan buku atau artikel dalam bahasa tersebut untuk menumbuhkan lingkungan penggunaan yang formal publik. Di sejumlah wilayah di Indonesia, upaya pelestarian bahasa daerah telah berjalan dengan baik. Contohnya, di Yogyakarta dan di Bali, bahasa daerah masih digunakan secara luas berkat dukungan kebijakkan pemerintah setempat serta tradisi budaya yang tetap dijaga oleh masyarakat. Bahkan, di beberapa daerah, berbicara dalam bahasa daerah dianggap sebagai suatu kebanggaan yang mempertegas identitas budaya mereka.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …