- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

MENJAGA WARISAN NUSANTARA MELALUI PELESTARIAN BAHASA DAERAH DI DAERAH
By: Laila Fidia Salam
Bayangkan jika suatu hari tidak ada lagi anak muda yang bisa berbicara dalam bahasa daerah mereka sendiri. Komunikasi sehari-hari hanya menggunakan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa asing, sementara bahasa-bahasa yang kaya makna dan sejarah perlahan-lahan menghilang. Inilah kenyataan yang dihadapi banyak komunitas di Indonesia saat ini.
Sebagai negara dengan lebih dari 718 bahasa daerah, Indonesia adalah salah satu negara dengan keragaman bahasa terbanyak di dunia. Sayangnya, data menunjukkan bahwa setiap dua pekan, satu bahasa daerah di Indonesia punah. Dalam 30 tahun terakhir, beberapa bahasa daerah bahkan sudah hilang tanpa dokumentasi yang memadai. Globalisasi, urbanisasi, serta perubahan pola pikir masyarakat membuat penggunaan bahasa daerah semakin berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Jadi, bagaimana cara kita menjaga kekayaan bahasa daerah ini agar tidak lenyap? Siapa yang bertanggung jawab? Dan strategi apa saja yang bisa diterapkan agar bahasa daerah tetap hidup?
Sebelum mencari solusinya, kita perlu memahami akar masalahnya. Ada beberapa alasan utama mengapa banyak bahasa daerah terancam punah, seperti Kurangnya penggunaan sehari-hari. Banyak keluarga di kota besar yang tak lagi menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Mereka lebih sering berbicara dalam bahasa Indonesia karena dianggap lebih praktis dan universal. Banyak masyarakat yang masih menganggap bahasa daerah sebagai bentuk “bahasa kuno” yang hanya pantas diucapkan oleh para orang tua. Anak-anak pun tidak malu mempelajarinya agar tak dicap sebagai anak zaman dulu.
Tak semua bahasa daerah memiliki sistem tulisan yang terdokumentasi dengan baik. Jadi, jika tak diajarkan di sekolah atau direkam dalam bentuk tinta dan media digital, bahasa tersebut akan punah seiring matinya para penuturnya. Selain itu, pemerintah Indonesia pun tak berdiam diri untuk memperkenalkan dan memberdayakan bahasa daerah agar tetap lestari. Salah satu caranya dengan memprogramkan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional PROGRAM FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU NASIONAL. Program ini bertujuan mengembangkan minat dan rasa cinta generasi muda terhadap bahasa daerah. Dari mulai belajar sampai unjuk kemampuan, anak-anak sekolah akan diajak berpartisipasi dalam berbagai lomba dan kegiatan.
Selain upaya pemerintah, keluarga memiliki peran penting dalam menjaga bahasa daerah. Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak, dan jika mereka tidak menggunakan bahasa daerah di rumah, maka anak-anak pun tidak akan terbiasa menggunakan. Anak-anak yang terbiasa mendengar bahasa daerah akan lebih mudah menguasainya. Selain itu, Mengenalkan cerita rakyat dalam bahasa daerah, baik melalui dongeng lisan maupun buku bergambar, Mengajarkan lagu-lagu daerah untuk membuat belajar bahasa menjadi lebih menyenangkan dan Menggunakan media sosial untuk berbagi konten dalam bahasa daerah, seperti video pendek atau cerita dalam bentuk tulisan.
Di era digital, teknologi dapat menjadi alat yang ampuh untuk melestarikan bahasa daerah. Beberapa komunitas telah mengembangkan aplikasi yang mengajarkan bahasa daerah secara interaktif. Dengan format permainan dan latihan soal, anak-anak bisa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Banyak konten kreator yang mulai membuat video dalam bahasa daerah, seperti vlog, cerita rakyat, dan tutorial dalam dialek lokal. Hal ini membantu meningkatkan eksposur bahasa daerah di kalangan generasi muda. Melalui teknologi, bahasa daerah bisa lebih mudah diakses dan dipelajari oleh generasi muda, bahkan bagi mereka yang tidak tinggal di daerah asal bahasa tersebut. Pelestarian bahasa daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga bahasa agar tetap hidup.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.117 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.