Menulis Bukanlah Beban Tetapi Menuangkan Isi Pemikiran
- account_circle admin
- calendar_month 19/04/2026
- visibility 187
- comment 0 komentar
- label Esai dan Opini
By: Khafifah Zahra
Menulis sering menganggap hal ini adalah beban, melelahkan anggota tubuh yaitu jari jemari juga kepala. Karena fenomena ini mereka menjadi kehilangan kemampuan kosakata yang dimiliki padahal mereka mampu menulis dengan rapi sehingga mereka merasa cemas dan bingung melihat halaman atau lembaran kertas putih kosong. Hal ini mereka menganggap bahwa menulis adalah tentang menyusun kata-kata sempurna sejak awal, tidak berbelit belit dan mudah dipahami. Padahal sebenarnya menulis itu sangatlah mudah dan sederhana hanya memindahkan atau menuangkan isi pemikiran kita agar orang lain yang membacanya lebih mengerti dan memahami. Menulis itu seharusnya menjadi solusi agar mengatur pikiran atau kepala kita yang berantakan, tidak menjadi beban mental. Kalau kita mengerti caranya menuang isi pemikiran kita menjadi tulisan, menulis itu akan menjadi terasa lebih ringan dan menyenangkan, meskipun dengan kata kata atau kalimat yang panjang.
Ide utama yang ada didalam kepala kita bahwa menulis adalah membantu otak untuk bekerja lebih baik dan sempurna. Ketika kita menyimpan semua ide hanya di dalam ingatan, otak kita akan mengalami kelelahan informasi. Sehinggga informasi tersebut akan menumpuk di kepala kita akibatnya kita tidak bisa menuangkan isi pemikiran menjadi tulisan atau kalimat. jangan menganggap menulis itu tugas, tetapi anggaplah sebagai cara agar otak kita tidak terbebani dan tidak stress. Jangan malas dan bingung untuk menulis karena takut salah tata bahasa seperti SPOK, titik, koma, dan tanda baca lainnya.
Agar isi pemikiran tersampaikan dengan tepat dan benar, penggunaan bahasa yang terstruktur menjadi factor yang penting. Padahal, Standar tata bahasa bukanlah hambatan, akan tetapi aturan agar tidak terjadi salah paham antara penulis dan pembaca. Jadi, aturan tata bahasa itu tidak akan membatasi kita, tetapi membantu pesan kita sampai dengan selamat. Agar informasi tidak menumpuk dikepala kita akibat dari penumpukan tersebut kita jadi bingung menulis apa yang di tulis.
Salah satu solusi menulis tidak menjadi beban dan bingug untuk menuangkan hasil pemikiran kita kedalam tulisan adalah jangan diminta untuk langsung sempurna artinya tulisan yang di tulis jangan menganggap langsung sempurna SPOK-nya lalu tanda bacanya harus sempurna. Tuangkan saja dahulu semua ide yang ada dikepalamu setelah selesai lalu dibaca kembali dan dirapikan kembali kata kata yang kurang dan tanda bacanya. Agar informasi tidak bertumpuk di kepalamu. Dengan cara ini tidak perlu takut, malas, dan salah.
Dengan demikian, sebagai penutupnya menulis adalah sebuah alat untuk kita berkomunikasi, bukan beban yang harus di takuti sehingga menjadi malas menulis. Maka dari sekarang ubahlah pola pikir atau Mindset mulai dari “saya harus menulis dengan bahasa dan struktur, ejaan, serta tata bahasa yang sempurna” menjadi “saya ingin berbagi isi atau ide pemikiran saya lewat tulisan”. maka seni menulis akan lebih mudah dan menyenangkan sehingga dapat membuat ide menjadi sebuah karya tulisan yang menarik dan dapat di baca semua orang juga bisa di perjual belikan sehingga menjadi sebuah karya fiksi dan non-fiksi. dengan kita rajin menulis kita belajar mengenali, menuangkan, dan menyusun isi pemikiran kita sendiri serta kita juga belajar buat memahami diri kita sendiri dengan lebih baik.

Saat ini belum ada komentar