Beranda » Esai dan Opini » Menyimak sebagai Proses Memahami Informasi, Bukan Sebuah Beban

Menyimak sebagai Proses Memahami Informasi, Bukan Sebuah Beban

By: Ibnu Febriansyah

          Menyimak sering dianggap sebagai aktivitas yang melelahkan. Banyak orang apalagi  anak SD mereka merasa cepat bosan atau bahkan kesulitan memahami informasi yang disampaikan secara lisan, apalagi jika pembicaraannya cukup panjang. Hal ini biasanya terjadi karena adanya anggapan bahwa menyimak harus langsung memahami semuanya secara sempurna. Akibatnya, ketika tidak langsung paham, seseorang menjadi cemas dan kehilangan fokus.

          Padahal, menyimak bukan sekadar mendengar. Menurut Tarigan (2008), menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, dan memahami makna komunikasi. Artinya, menyimak merupakan proses aktif yang melibatkan perhatian dan pemahaman, bukan hanya mendengar secara pasif. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, menyimak justru bisa terasa lebih ringan dan tidak membebani.

          Dari sudut pandang kognitif, menyimak membantu otak dalam mengelola informasi. Jika seseorang hanya mendengar tanpa benar-benar menyimak, informasi yang masuk akan cenderung mudah hilang atau tidak tersusun di dalam otak dengan baik. Bahkan, terlalu banyak informasi yang tidak dipahami bisa membuat pikiran terasa penuh dan lelah. Sejalan dengan itu, Brown (2001) menjelaskan bahwa menyimak merupakan keterampilan reseptif yang aktif karena melibatkan proses memahami, menafsirkan, dan merespons informasi yang diterima. Dengan kata lain, menyimak membantu kita tidak hanya “mengingat”, tetapi juga “memahami” dan “mengolah” informasi secara lebih baik.

          Agar menyimak tidak terasa berat, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan. Misalnya, tidak memaksakan diri untuk langsung memahami semua informasi sekaligus. Cukup fokus pada ide utama terlebih dahulu, lalu perlahan memahami bagian lainnya. Adapun dalam menyimak, pendengar perlu menggunakan strategi seperti fokus pada gagasan utama dan mencatat poin penting agar pemahaman lebih efektif. Dengan cara ini, menyimak menjadi lebih santai tetapi tetap terarah.

          Dengan demikian, menyimak adalah keterampilan penting dalam komunikasi. Menyimak bukanlah beban, melainkan cara untuk memahami orang lain dan informasi di sekitar kita. Oleh karena itu, kita perlu mengubah pola pikir dari “harus langsung paham semuanya” menjadi “berusaha memahami secara bertahap”. Dengan kebiasaan menyimak yang baik, kemampuan berpikir, memahami, dan berkomunikasi juga akan ikut berkembang. Selain itu, kemampuan literasi kita pun akan meningkat seiring dengan kebiasaan tersebut.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less