Home » Esai dan Opini » Merawat Sastra Daerah di Era Global

Merawat Sastra Daerah di Era Global

admin 19 Apr 2026 29

By: Muhammad Andri Harahap

Di tengah ambisi menjadikan bahasa indonesia sebagai bahasa internasional, terdapat satu fondasi yang tidak boleh terlupakan: bahasa daerah. Sebagai negara dengan ratusan bahasa lokal, Indonesia memiliki kekayaan sastra lisan dan tulisan yang luar biasa. Namun, realitas saat ini menunjukkan bahwa banyak bahasa daerah mulai ditinggalkan oleh penutur mudanya. Oleh karena itu, pengembangan bahasa dan sastra melalui jalur pendidikan formal bukan lagi sekedar pilihan, melainkan sebuah urgensi untuk menjaga akar budaya bangsa.

Pendidikan merupakan saluran dalam upaya revalisasi ini. Memasukkan bahasa daerah ke dalam kurikulum muatan lokal bukan hanya soal belajar tata bahasa, melainkan upaya mentransfer nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Sastra daerah, baik berupa pantun, dongeng, maupun syair, adalah gudang kearifan lokal yang mengajarkan etika dan cara pandang hidup yang khas. Ketika siswa mempelajari sastra daerah, mereka sebenarnya sedang diajak untuk mengenali jati diri mereka sendiri sebelum mengenal dunia yang lebih luas.

Tantangan terbesar dalam pengembangan ini adalah kesan “kuno” atau “sulit” yang sering melekat pada bahasa daerah di mata generasi z  dan gen alpha. Disinilah peran pendidik untuk berinovasi. Pengajaran bahasa daerah tidak boleh lagi dilakukan secara monoton. Integrasi teknologi, seperti pembuatan konten video kreatif berbahasa daerah atau digitalisasi naskah kuno menjadi komik digital, dapat memantik minat siswa. Pengembangan bahasa daerah harus diletakkan dalam kerangka yang modern agar anak muda merasa bangga, bukan malu, saat menggunakannya.

Selain itu, sinergi antara bahasa daerah dan bahasa indonesia harus  bersifat saling melengkapi. Bahasa daerah bertindak sebagai penyokong kosakata bahasa indonesia menjadi pemersatu keragaman tersebut. Dengan memperkuat pendidikan bahasa daerah, kita sebenarnya sedang memperkokoh fondasi kebudayaan nasional. Penutur yang menguasai bahasa daerah dengan baik cenderung memiliki kepekaan rasa dan literasi budaya yang lebih tinggi.

Jadi pengembangan bahasa  dan sastra melalui pendidikan berbasis keunggulan lokal adalah kunci keberlanjutan identitas kita. Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita fasih berbahasa asing, namun gagap saat berbicara dengan bahasa daerah sendiri. Melestarikan bahasa daerah melalui sekolah adalah  cara kita memastikan bahwa “roh” Indonesia tetap hidup, meski raga kita tengah berlari mengejar modernitas.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …