Home » Esai dan Opini » PELESTARIAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DI KALANGAN GEN Z

PELESTARIAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DI KALANGAN GEN Z

admin 01 Apr 2025 348

By: Fadilla Ayu Lestari

    Bahasa daerah adalah salah satu warisan budaya yang harus dijaga. Namun, di era modern ini, bahasa daerah semakin jarang digunakan, terutama di kalangan Generasi Z, yaitu mereka yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an. Generasi ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi, di mana bahasa Indonesia dan bahasa asing lebih sering digunakan dibandingkan bahasa daerah. Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin bahasa daerah akan punah di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami penyebab menurunnya penggunaan bahasa daerah serta mencari cara untuk melestarikannya.Kadang-kadang juga sering kita bertanya kenapa generasi Z jarang sekali menggunakan bahasa daerah di kehidupan sehari-harinya dan juga jarang sekali kita jumpai anak-anak muda Indonesia yang menggunakan bahasa daerahnya. Ternyata banyak penyebab umum yang membuat generasi sekarang tidak menggunakan bahasa daerah; adapun penyebabnya sebagai berikut:

  1. Pengaruh Teknologi dan GlobalisasiGenerasi Z sangat akrab dengan teknologi. Mereka lebih sering menggunakan media sosial, menonton film, dan bermain game yang kebanyakan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Karena jarang terekspos dengan bahasa daerah, mereka jadi tidak terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Orang Tua Tidak Lagi Mengajarkan Bahasa DaerahBanyak orang tua yang lebih memilih mengajarkan bahasa Indonesia kepada anak-anaknya karena dianggap lebih penting untuk pendidikan dan pekerjaan. Akibatnya, anak-anak tumbuh tanpa kemampuan berbahasa daerah yang baik, bahkan ada yang sama sekali tidak mengerti bahasa daerahnya sendiri.
  3. Bahasa Daerah Dianggap Kuno dan Tidak KerenBeberapa anak muda menganggap bahasa daerah sudah tidak relevan dengan zaman sekarang. Mereka merasa lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa gaul dalam percakapan sehari-hari. Jika ada yang berbicara dalam bahasa daerah, sering kali dianggap aneh atau bahkan ditertawakan.
  4. Kurangnya Pengajaran di SekolahMeskipun beberapa sekolah mengajarkan bahasa daerah, pelaksanaannya sering kali kurang efektif. Pelajaran bahasa daerah hanya menjadi pelajaran tambahan yang tidak terlalu diperhatikan. Selain itu, kurangnya bahan ajar yang menarik juga membuat siswa tidak antusias untuk belajar bahasa daerah. Setelah kita mengetahui beberapa faktor yang menyebabkan bahasa daerah jarang digunakan pada kalangan generasi Z.

    Terdapat cara yang dapat kita upayakan untuk melestarikan bahasa daerah itu, antara lain;

  1. Menggunakan Bahasa Daerah dalam KeseharianCara paling sederhana untuk menjaga bahasa daerah adalah dengan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Tidak harus selalu, tapi setidaknya coba gunakan bahasa daerah saat berbicara dengan keluarga atau teman yang juga memahami bahasa tersebut. 
  2. Mengajarkan Bahasa Daerah kepada Anak-anakOrang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam mengenalkan bahasa daerah kepada anak-anak sejak kecil. Jika anak-anak terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa daerah di rumah, mereka akan lebih mudah menguasainya dan tidak akan kehilangan identitas budaya mereka.
  3. Menggunakan Teknologi untuk Mempromosikan Bahasa DaerahKarena Generasi Z aktif di media sosial, bahasa daerah bisa dilestarikan dengan cara yang lebih modern, misalnya melalui konten video, meme, atau musik dalam bahasa daerah. Beberapa influencer dan kreator konten juga mulai mempopulerkan bahasa daerah melalui platform seperti TikTok dan YouTube.
  4. Memasukkan Bahasa Daerah ke dalam Dunia PendidikanSekolah dan universitas bisa lebih aktif dalam mengajarkan bahasa daerah dengan cara yang menarik, misalnya melalui permainan, drama, atau lagu daerah. Dengan begitu, siswa akan lebih tertarik untuk belajar dan menggunakan bahasa daerah.
  5. Menjadikan Bahasa Daerah Sebagai Bagian dari Gaya HidupJika bahasa daerah dianggap keren dan unik, lebih banyak anak muda yang akan tertarik untuk menggunakannya. Misalnya, dengan membuat desain kaos, stiker, atau aksesori dengan kata-kata khas dalam bahasa daerah.

    Dengan cara ini, bahasa daerah bisa tetap hidup di kalangan anak muda. Bahasa daerah adalah bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus kita jaga. Namun, karena berbagai faktor seperti globalisasi, kurangnya pewarisan dari keluarga, dan minimnya penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, bahasa daerah mulai terpinggirkan, terutama di kalangan Generasi Z. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya. Dengan menggunakan bahasa daerah dalam percakapan, mengajarkannya kepada anak-anak, serta memanfaatkan teknologi dan dunia pendidikan, kita bisa memastikan bahwa bahasa daerah tetap hidup dan tidak punah di masa depan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …