Home » Esai dan Opini » PELESTARIAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DI KALANGAN GEN Z

PELESTARIAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DI KALANGAN GEN Z

admin 01 Apr 2025 497

By: Fadilla Ayu Lestari

    Bahasa daerah adalah salah satu warisan budaya yang harus dijaga. Namun, di era modern ini, bahasa daerah semakin jarang digunakan, terutama di kalangan Generasi Z, yaitu mereka yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an. Generasi ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi, di mana bahasa Indonesia dan bahasa asing lebih sering digunakan dibandingkan bahasa daerah. Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin bahasa daerah akan punah di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami penyebab menurunnya penggunaan bahasa daerah serta mencari cara untuk melestarikannya.Kadang-kadang juga sering kita bertanya kenapa generasi Z jarang sekali menggunakan bahasa daerah di kehidupan sehari-harinya dan juga jarang sekali kita jumpai anak-anak muda Indonesia yang menggunakan bahasa daerahnya. Ternyata banyak penyebab umum yang membuat generasi sekarang tidak menggunakan bahasa daerah; adapun penyebabnya sebagai berikut:

  1. Pengaruh Teknologi dan GlobalisasiGenerasi Z sangat akrab dengan teknologi. Mereka lebih sering menggunakan media sosial, menonton film, dan bermain game yang kebanyakan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Karena jarang terekspos dengan bahasa daerah, mereka jadi tidak terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Orang Tua Tidak Lagi Mengajarkan Bahasa DaerahBanyak orang tua yang lebih memilih mengajarkan bahasa Indonesia kepada anak-anaknya karena dianggap lebih penting untuk pendidikan dan pekerjaan. Akibatnya, anak-anak tumbuh tanpa kemampuan berbahasa daerah yang baik, bahkan ada yang sama sekali tidak mengerti bahasa daerahnya sendiri.
  3. Bahasa Daerah Dianggap Kuno dan Tidak KerenBeberapa anak muda menganggap bahasa daerah sudah tidak relevan dengan zaman sekarang. Mereka merasa lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa gaul dalam percakapan sehari-hari. Jika ada yang berbicara dalam bahasa daerah, sering kali dianggap aneh atau bahkan ditertawakan.
  4. Kurangnya Pengajaran di SekolahMeskipun beberapa sekolah mengajarkan bahasa daerah, pelaksanaannya sering kali kurang efektif. Pelajaran bahasa daerah hanya menjadi pelajaran tambahan yang tidak terlalu diperhatikan. Selain itu, kurangnya bahan ajar yang menarik juga membuat siswa tidak antusias untuk belajar bahasa daerah. Setelah kita mengetahui beberapa faktor yang menyebabkan bahasa daerah jarang digunakan pada kalangan generasi Z.

    Terdapat cara yang dapat kita upayakan untuk melestarikan bahasa daerah itu, antara lain;

  1. Menggunakan Bahasa Daerah dalam KeseharianCara paling sederhana untuk menjaga bahasa daerah adalah dengan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Tidak harus selalu, tapi setidaknya coba gunakan bahasa daerah saat berbicara dengan keluarga atau teman yang juga memahami bahasa tersebut. 
  2. Mengajarkan Bahasa Daerah kepada Anak-anakOrang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam mengenalkan bahasa daerah kepada anak-anak sejak kecil. Jika anak-anak terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa daerah di rumah, mereka akan lebih mudah menguasainya dan tidak akan kehilangan identitas budaya mereka.
  3. Menggunakan Teknologi untuk Mempromosikan Bahasa DaerahKarena Generasi Z aktif di media sosial, bahasa daerah bisa dilestarikan dengan cara yang lebih modern, misalnya melalui konten video, meme, atau musik dalam bahasa daerah. Beberapa influencer dan kreator konten juga mulai mempopulerkan bahasa daerah melalui platform seperti TikTok dan YouTube.
  4. Memasukkan Bahasa Daerah ke dalam Dunia PendidikanSekolah dan universitas bisa lebih aktif dalam mengajarkan bahasa daerah dengan cara yang menarik, misalnya melalui permainan, drama, atau lagu daerah. Dengan begitu, siswa akan lebih tertarik untuk belajar dan menggunakan bahasa daerah.
  5. Menjadikan Bahasa Daerah Sebagai Bagian dari Gaya HidupJika bahasa daerah dianggap keren dan unik, lebih banyak anak muda yang akan tertarik untuk menggunakannya. Misalnya, dengan membuat desain kaos, stiker, atau aksesori dengan kata-kata khas dalam bahasa daerah.

    Dengan cara ini, bahasa daerah bisa tetap hidup di kalangan anak muda. Bahasa daerah adalah bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus kita jaga. Namun, karena berbagai faktor seperti globalisasi, kurangnya pewarisan dari keluarga, dan minimnya penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, bahasa daerah mulai terpinggirkan, terutama di kalangan Generasi Z. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya. Dengan menggunakan bahasa daerah dalam percakapan, mengajarkannya kepada anak-anak, serta memanfaatkan teknologi dan dunia pendidikan, kita bisa memastikan bahwa bahasa daerah tetap hidup dan tidak punah di masa depan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …