- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar (Bukan Sekedar Teori, tapi Bekal Literasi)
By: Dian Afifah Batubara
Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar sebenarnya mempunyai tanggung jawab yang besar. Di jenjang inilah anak-anak pertama kali membangun fondasi cara berfikir dan berkomunikasi. Sayangnya, sampai sekarang masih banyak yang menganggap pelajaran bahasa itu cuma soal menghafal istilah atau mengerjakan soal teks yang panjang. Padahal, bahasa adalah kunci bagi siswa untuk memahami semua mata pelajaran lainnya. Jika kemampuan bahasanya lemah, logika mereka dalam menyerap informasi pun akan ikut terhambat.
Di kelas rendah, biasanya guru hanya fokus pada kemampuan baca-tulis-hitung (calistung). Namun, cara penyampaiannya tidak boleh monoton. Guru perlu menggunakan pendekatan yang lebih aktif agar siswa tidak merasa terbebani. Bahasa harus diperkenalkan sebagai alat yang menyenangkan untuk bercerita dan bertanya. Dengan begitu, literasi dasar yang terbentuk bukan cuma sekedar “bisa baca” tapi benar-benar “paham makna”. Ini penting agar kebiasaan membaca bisa tumbuh secara alami sejak dini.
Kemudian di kelas tinggi, peran sastra menjadi sangat penting. Sastra anak, seperti cerita rakyat atau puisi, bukan hanya berfungsi sebagai hiburan atau selingan saat jam pelajaran kosong. Lewat sastra, anak-anak diajak untuk mengasah imajinasi dan rasa empati mereka. Saat mereka membaca sebuah cerita kisah tentang perjuangan atau persahabatan, mereka secara tidak langsung belajar tentang nilai moral dan karakter tanpa merasa sedang dinasehati secara formal. Di sinilah bahasa dan sastra bekerja sama untuk membentuk kepribadian siswa.
Tantangan di era digital sekarang juga menuntut guru untuk lebih kreatif lagi. Pembelajaran bahasa tidak bisa lagi hanya mengandalkan buku paket saja. Tetapi guru harus mulai memanfaatkan media digital yang edukatif agar materi tetap relevan dengan dunia anak-anak sekarang. Misalnya, dengan mengajak siswa melakukan analisis sederhana terhadap konten yang mereka lihat di media sosial atau melatih mereka menulis pendapat singkat dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Hal ini akan membantu mereka menjadi pengguna internet yang lebih cerdas dan kritis dalam memilah informasi.
Metode pembelajaan yang berpusat pada siswa, seperti diskusi kelompok atau proyek pembuatan karya, sangat efektif untuk diterapkan. Ketika siswa diminta untuk membuat proyek kecil seperti membuat mading ataupun semacam teks cerita maupun sebuah naskah drama, mereka akan mempelajari banyak hal, seperti berdiskusi, membaca referensi, hingga menulis ide. Aktivitas seperti ini membuat pelajaran bahasa terasa lebih hidup karena siswa langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari.
Jadi, pembelajaran bahasaa dan sastra di SD harus mampu menyeimbangkan antara keterampilan teknis dan apresiasi seni. Tujuannya agar siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga santun dalam berkomunikasi. Dengan strategi yang tepat dan menarik, pelajaran Bahasa Indonesia akan menjadi pondasi yang kokoh bagi masa depan pendidikan anak.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.790 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.735 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.447 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.