Home » Esai dan Opini » PENGABAIAN TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA DAERAH OLEH GENERASI MUDA

PENGABAIAN TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA DAERAH OLEH GENERASI MUDA

admin 01 Apr 2025 330

By: Anisa Zahara

Indonesia terkenal dengan kekayaan budayanya yang luar biasa, salah satu aspek yang paling menonjol adalah keberagaman bahasa daerah. Setiap daerah di tanah air ini memiliki bahasa lokal yang menjadi identitas dan ciri khas komunitasnya. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda semakin menurun. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya salah satu warisan budaya yang sangat berharga bagi bangsa. Bahasa daerah adalah salah satu pilar penting yang mendukung kekayaan budaya Indonesia. Seiring dengan kemajuan zaman dan arus globalisasi, penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda semakin terabaikan. Namun, tahukah kamu bahwa seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, bahasa daerah perlahan-lahan mulai memudar, Masyarakat sering kali terjerat dalam gaya hidup di era globalisasi, yang membawa dampak negatif terhadap penggunaan bahasa daerah yang sebenarnya mencerminkan identitas bangsa. Selain itu, masuknya bahasa asing melalui media sosial turut mempercepat proses ini. Bahkan, UNESCO menyebutkan bahwa bahasa daerah di Indonesia mengalami kepunahan setiap 15 hari sekali. Menurut UNESCO, yang tercantum dalam Atlas of the World’s Language in Danger of Disappearing, Indonesia memiliki lebih dari 640 bahasa daerah. Dari jumlah tersebut, sekitar 154 bahasa perlu mendapatkan perhatian khusus. Diantaranya, terdapat sekitar 139 bahasa yang terancam punah dan 15 bahasa yang telah punah. Bahasa-bahasa yang terancam punah dapat ditemukan di berbagai wilayah, seperti Kalimantan dengan 1 bahasa, Maluku memiliki 22 bahasa, sementara Papua Barat dan Kepulauan Halmahera memiliki 67 bahasa. Di Sulawesi terdapat 36 bahasa, di Sumatra ada 2 bahasa, dan Timor-Flores serta Bima-Sumbawa menyumbang 11 bahasa.
Adapun bahasa-bahasa yang telah punah tersebar di Maluku dengan 11 bahasa, di Papua Barat dan Kepulauan Halmahera, Sulawesi, serta Sumatra, masing-masing memiliki 1 bahasa.

         Sebagai Fakta empiris menunjukkan bahwa bahasa daerah masih banyak digunakan di pedesaan dan mulai meredup di daerah perkotaan. Dalam konteks ini, bukan hanya bahasa itu sendiri yang terpinggirkan, melainkan juga munculnya generasi penerus yang enggan menganggap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas mereka. Hal ini berpotensi menyebabkan memudarnya penggunaan bahasa daerah di lingkungan perkotaan, yang dapat berujung pada kepunahan bahasa-bahasa tersebut. Minimnya pemakaian bahasa daerah menjadi masalah besar bagi generasi milenial. Dalam konteks ini, bukan hanya bahasa nasional yang terancam, tetapi juga bahasa daerah. Contohnya, kata “jancuk” dalam bahasa Jawa memiliki makna yang cukup kuat. Menurut kamus daring Universitas Gadjah Mada, istilah seperti jancuk, jancok, diancok, cuk, atau cok sering digunakan sebagai umpatan yang mengekspresikan emosi marah atau benci, dengan arti yang merujuk pada kata-kata kasar seperti sialan, kampret, atau berengsek. Hal ini menunjukkan pentingnya untuk membudayakan kembali penggunaan bahasa daerah agar tidak punah.

            Faktor yang menyebabkan Pengabaian Terhadap Penggunaan Bahasa Daerah Oleh Generasi Muda itu bisa saja dari globalisasi dan modernisasi yang memberikan dampak signifikan terhadap pola komunikasi dalam masyarakat, terutama bagi generasi muda yang cenderung lebih sering menggunakan bahasa nasional atau bahasa asing ketimbang bahasa daerah. Selain itu bisa juga dari Pengaruh Teknologi dan Media Massa Konten digital yang beragam di berbagai platform umumnya menggunakan bahasa Indonesia atau Bahasa asing. Hal ini berdampak pada berkurangnya peluang generasi muda untuk berkomunikasi dalam bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

            Keadaan ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, mengingat hal tersebut telah dengan jelas dinyatakan dalam amanat Pasal 32 Ayat 2 UUD 1945 mengenai Bahasa daerah yang bunyinya “Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional” Oleh sebab itu, penting untuk mengambil berbagai langkah strategis demi menjaga kelestarian bahasa daerah, antara lain:

No Upaya Pelestarian Bahasa Daerah
1 Meningkatkan Pendidikan Bahasa Daerah di Sekolah, Pemerintah perlu memperkuat kurikulum yang mendukung pembelajaran bahasa daerah sejak usia dini agar generasi muda dapat memahami dan menggunakannya dengan baik.
2 Pengembangan konten digital, seperti video, aplikasi, dan pembaruan di media sosial dalam bahasa daerah, berpotensi untuk menarik perhatian generasi muda. Dengan cara ini, bahasa daerah pun dapat lebih relevan dan sejalan dengan perkembangan zaman.
3 Mendorong Penggunaan Bahasa Daerah dalam Keluarga, Diharapkan orang tua dapat menjadikan penggunaan bahasa daerah sebagai kebiasaan dalam komunikasi sehari-hari dengan anak-anak mereka. Dengan demikian, keterampilan berbahasa daerah dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
4 Menyelenggarakan Festival dan Lomba Bahasa Daerah, Acara-acara seperti lomba pidato, puisi, dan pertunjukan dalam bahasa daerah akan meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap bahasa mereka. Di samping itu, acara ini juga dapat memperkuat rasa bangga mereka terhadap identitas budaya yang dimiliki.
5 Dukungan antara Pemerintah dan Masyarakat sangat penting. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menyusun kebijakan serta program yang mendukung penggunaan dan pengajaran bahasa daerah secara lebih luas. Dengan demikian, keberadaan bahasa daerah dapat tetap terjaga dan lestari.

Kesimpulan

Pengabaian bahasa daerah oleh generasi muda merupakan tantangan yang signifikan dalam pelestarian budaya Indonesia. Banyak faktor yang berperan dalam hal ini, seperti globalisasi, pengaruh teknologi, dan kebijakan pendidikan, yang semuanya turut menyebabkan menurunnya penggunaan bahasa daerah. Oleh karena itu,diperlukan beragam upaya untuk menjaga keberadaan bahasa daerah, seperti peningkatan kualitas pendidikan, pemanfaatan teknologi secara bijak dan dukungan yang kuat dari keluarga. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Bahasa daerah dapat tetap lestari dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …