PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA SISWA
- account_circle admin
- calendar_month 21/12/2025
- visibility 391
- comment 0 komentar
- label Esai dan Opini
By: Nurul Fadillah Rangkuti, Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat dunia pendidikan ikut berubah, termasuk cara siswa belajar dan berbahasa. Kini, literasi digital Menjadi unsur yang berperan penting dalam aktivitas sehari-hari siswa.
Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan gawai atau internet, tetapi juga kemampuan mencari, memahami, menilai, dan membuat informasi melalui media digital. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, literasi digital membawa pengaruh besar terhadap kemampuan berbahasa siswa, baik dalam hal positif maupun negatif.
Dari sisi positif, literasi digital memberi banyak kemudahan bagi siswa untuk belajar Bahasa Indonesia. Melalui internet, mereka bisa membaca berbagai jenis teks seperti artikel, berita, maupun karya sastra yang membantu memperkaya kosa kata dan pengetahuan bahasa. Banyak pula aplikasi belajar interaktif yang membuat pelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih menarik, seperti Google Classroom, Quizizz, atau video pembelajaran di YouTube. Selain itu, media digital memberi kesempatan kepada siswa untuk menulis dan mengekspresikan diri, misalnya lewat blog, media sosial, atau forum diskusi online. Kegiatan ini dapat melatih kemampuan menulis dan berpikir kritis dalam berbahasa.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan teknologi yang berlebihan dan tanpa pengawasan juga membawa dampak negatif. Banyak siswa yang terbiasa menggunakan bahasa tidak baku atau singkatan di media sosial, seperti “gk”, “bgt”, atau “btw”. Kebiasaan ini bisa terbawa ke dalam tulisan atau tugas sekolah yang seharusnya menggunakan bahasa formal. Selain itu, terlalu sering bergantung pada teknologi membuat sebagian siswa enggan membaca buku atau menulis tangan, padahal kebiasaan tersebut penting untuk memahami struktur dan kaidah bahasa Indonesia yang baik. Kurangnya kemampuan menyaring informasi di internet juga sering membuat siswa salah memahami arti kata dan konteks kalimat.
Jadi, pengaruh literasi digital terhadap kemampuan Bahasa Indonesia siswa bisa bersifat positif maupun negatif. Semua tergantung pada bagaimana siswa menggunakan teknologi tersebut. Jika digunakan dengan bijak dan diarahkan dengan benar, literasi digital justru bisa membantu siswa meningkatkan keterampilan berbahasa. Sebaliknya, jika hanya digunakan untuk hiburan tanpa memperhatikan kualitas bahasa, kemampuan Bahasa Indonesia mereka bisa menurun.
Karena itu, guru dan sekolah berperan penting dalam mengarahkan siswa agar mampu memanfaatkan teknologi dengan tepat. Guru Bahasa Indonesia bisa mengajak siswa menulis blog pendidikan, membuat video pembelajaran, atau berdiskusi daring dengan menggunakan bahasa yang sopan dan benar. Dengan bimbingan dan contoh yang baik, siswa akan terbiasa berbahasa Indonesia dengan lebih baik, bahkan di dunia digital.
Kesimpulannya, literasi digital memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan berbahasa Indonesia siswa. Pengaruh tersebut bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kemampuan bahasa, asalkan digunakan dengan bijak dan disertai arahan dari guru. Melalui pemanfaatan teknologi yang positif, siswa dapat berkembang menjadi generasi yang cakap berbahasa sekaligus melek digital tanpa kehilangan jati diri bahasa Indonesia.

Saat ini belum ada komentar