Home » Esai dan Opini » PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT

admin 30 Nov 2025 9

By: Rizki Rahmat. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Salah satu fenomena sosial terluas di abad ke-21 adalah media sosial,seperti Instagram, TikTok, X, dan Facebook. Seringkali dikenal dengan nama X (dibaca Twitter),media sosial berfungsi sebagai alat komunikasi. Namun, itu juga membentuk perilaku dan cara berpikir yang membentuk masyarakat. Saya percaya bahwa fenomena ini berhubungan dengan sosiologi yang merupakan perspektif bertujuan antara manusia. Dengan kata lain, X membentuk hubungan antara orang-orang, membentuk identitas sosial dan alur ideal, dan nilai-nilai, norma,dan model. Dalam sosiologi, fenomena ini dijelaskan melalui beberapa teori. Saya yakin bahwa teori fungsionalisme struktural dan interaksionisme simbolik adalah sumber dan perspektif yang relevan untuk memahami media sosial dalam masyarakat modern. Dalam dua perspektif ini, kita bisa mendiskripsikan bagaimana media sosial berfungsikan dalam masyarakat namun juga bagaimana individu membaca simbol dan makna dari sammple.

Dalam dua dekade terakhir, media sosial telah menyusup ke dalam kehidup masyarakat.Pada berbagai survei, diketahui bahwa masyarakat Indonesia merupakan salah satu pengguna media sosial terbanyak di dunia. Media tersebut digunakan untuk berbagai hal mulai dari berkomunikasi, menghibur, mendidik, hingga ekonomi digital, hingga membentuk opini publik.Iriannya,bersamaan dengan adanya manfaat, muncul pula berbagai persoalan sosial, antara lain konsep kecanduan digital, interaksi sosial yang menurun secara langsung,penyebaran hoaks,serta krisis identitas. Dalam konteks tersebut, fenomena tersebut menunjukkan bahwa media sosial telah mengubah struktur sosial masyarakat. Dimana, interaksi langsung harus beralih ke virtual sedang bundle sosial mengalami pergeseran pada norma dan nilai. Misalnya, norma kecantikan, gaya hidup, dan status sosial.

TEORI FUNGSIONALISME STRUCTURAL

Teori yang dikembangkan oleh tokoh seperti Émile Durkheim dan Talcott Parsons,melihat masyarakat sebagai sistem dengan bagian yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan sosial.Media sosial, seperti bagian manapun, diintegrasikan dalam masyarakat, dan setiap unsur masyarakat memainkan peran spesifik dalam kelangsungan sistem. Perspektif fungsionalisme struktural memberi tahu kita bahwa media sosial adalah alat untuk memperkuat jaringan sosial,tetapi juga dapat memicu disfungsi, seperti anomie dan disintegrasi sosial. Dalam hal ini,interaksionisme simbolik memungkinkan kita untuk memahami bagaimana tindakan.

DISFUNGSI

  1. Menimbulkan disintegrasi sosial akibat menurunnya interaksi tatap muka.
  2. Memicu munculnya perilaku individualistis dan hedonistik. Dalam hal ini, individu bersifat egois dan lebih ingin dikenali melalui media sosial.
  3. Meningkatkan penyebaran informasi palsu atau hoaks, yang dapat merusak kepercayaan sosial.

TEORI FUNGSIONALISME

Membayangkan media sosial dalam istilah struktur makro, teori interaksionisme simbolik mempertimbangkan makna yang dibuat oleh sel yang berpartisipasi dalam interaksi sosial. Poin perspektif ini adalah bagaimana individu membangun simbol, atau pola tertentu, yang memungkinkan mereka untuk berfungsi dalam masyarakat. Oleh sebab itu, seseorang adalah hasil dari proses interpretasi simbol-simbol tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hal media sosial, simbol bisa jadi itu emoji, caption, foto, video, likes, dan followers. Semua ini mempunyai arti sosial yang dikonstruksi bersama. Sebagai contoh, tanda “like” diartikan sebagai rupa pengakuan sosial, sementar pengikut adalah ukuruan “populer” atau status sosial seseorang. Dengan cara ini, dengan menggunakan teori di atas, bisa apa pun dipelajari.

KETERLIBATAN YANG TAMPAK DALAM KEHIDUPAN

Respon kelompok terhadap media sosial menunjukkan bahwa pengaruhnya pada keseharian publik. Di satu sisi, dunia menjadi lebih kecil dan lebih dekat,lebih ramah dan berdekatan, dan media sosial mempromosikan individu dan kelompok lokal mendunia. Banyak perusahaan, terutama yang kecil, berkembang berkat bantuan media sosial. Gerakan sosial menerima banyak dukungan, dan isu-isu yang sebelumnya diabaikan menarik perhatian, menjalani tekanan, dan memecahkan persoalan mereka sendiri melalui kampanye online. Di lain pihak,ada tuntutan jiwa dan memuaskan, di sebalik permintaan gambaran dekat untuk kontak,pengikut membandingkan jumlah “suka” di perilaku-itu bagus atau tidak. Dan begitu abadi, meski banyak yang melihatnya, selesai, atauberganti yang lebih-sama. Keluarga tidak memiliki durasi tempo bersama, membakar dengan diri sendiri demi uang dan kebanggaan perusahaan yang terkait dengannya, dan sepenuhnya merendahkan diri mereka sendiri dalam injeksi yang tidak ada habisnya dari dorongan akhir-akhir. Tidak peduli apa attendees dari kesimpulan, situs web media sosial merasakan rilis simpang tiga yang disebut fomo.

KESIMPULAN

Media sosial adalah fenomena sosial modern yang tidak mungkin untuk tidak disertakan ketika membicarakan perilaku masyarakat. Menurut teori fungsionalisme struktural, media sosial berfungsi sebagai sarana integrasi dan komunikasi sosial, tetapi juga menimbulkan disfungsi-disintegrasi dan anomie. Di sisi lain, berdasarkan teori interaksionisme simbolik, media sosial adalah ruang bagi sinegriti individu untuk membangun makna dengan bantuan simbol-simbol digital dan, sebagai hasilnya, mempengaruhi identitas dan perilaku sosial. Karenanya, dampak media sosial pada perubahan perilaku masyarakat adalah dobel, atau – kriya membentuk dan merusaknya,tergantung pada bagaimana itu digunakan. Agar efektif menggunakan media sosial,masyarakat perlu memperbaiki literasi digital mereka sendiri, untuk memastikan interaksi yang sehat dan mempertahankan keseimbangan antara dunia maya dan realitas membentah sehingga memungkinkan media sosial memenuhi sudut perangkapan positifnya: alat komunikasi,pembangunan masyarakat dan pendidikan yang “sehat” daripada sumber disintegrasi dan konflik.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Melestarikan Bahasa Daerah di Tengah GempuranGlobalisasi

admin

30 Nov 2025

By: Fitriani Saragih. Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya raya, tidak hanya akan sumber daya alam, tetapi  juga kekayaan budaya  dan  bahasa. Dengan  lebih dari 700 bahasa daerah yang tersebar dari  Sabang   sampai  Merauke,  bahasa-bahasa  ini merupakan  pilar  utama identitas lokal dan  nasional. Namun,  di tengah  arus  deras globalisasi dan  dominasi bahasa internasional  serta  Bahasa …

PERANAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH

admin

30 Nov 2025

By: Khairun Nisa Dalam media pembelajaran merupakan komunikasi antara seorang guru dan siswa melalui sebuah alat dan Teknik (Ramadhan,2020). Proses pembelaajaran di sekolah dapat menjadi efektif Ketika komunikasi dan berinteraksi anatra guru dan siswa menggunakan sebuah media pembelajaran berupa alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan informasi dalam pembelajaran. Media juga berfungsi sebagai alat untuk …

Pengembangan Dan Revisi Bahan Ajar Non Cetak

admin

12 Nov 2025

By: Lola Musfira. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia Pendidikan, terutama dalam cara guru menyajikan materi pembelajaran. Pembelajaran Bahasa Indonesia, sebagai salah satu mata pelajaran inti, kini tidak lagi hanya berfokus pada penguasaan teori kebahasaan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Salah satu materi yang saya ambil …

Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Kritis dan Bermakna Melalui Materi Debat

admin

04 Nov 2025

Pendahuluan Pembelajaran Bahasa Indonesia sering kali dilihat hanya sebagai upaya melatih kemampuan membaca, menulis, dan tata bahasa yang benar. Namun, di balik struktur kalimat dan diksi yang tepat, mata pelajaran ini memegang peran krusial dalam pembentukan nalar dan karakter. Di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi opini saat ini, kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi secara …

Pengaruh Tiktok Terhadap Perubahan Tingkah Laku Remaja

admin

04 Nov 2025

By: Mawaddah Rahmah. Di tengah dunia yang bergerak secepat guliran jempol di layar ponsel, TikTok muncul sebagai ruang baru tempat para remaja belajar mengenal dunia, dan mungkin, mengenal dirinya sendiri. Setiap tarian, potongan musik, dan video  singkat menjadi semacam bahasa yang dipahami generasi sekarang, bahasa tanpa buku teks, tapi penuh makna sosial. Di ruang digital …

Penggunaan Media Digital Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Yang Interaktif

admin

04 Nov 2025

By: Intan Sajali. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penggunaan media digital tidak hanya memudahkan penyampaian materi, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna. Dalam konteks ini, media digital berperan sebagai sarana komunikasi dua arah antara guru dan siswa yang mendorong partisipasi …