- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

PENGARUH MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA GAUL DIKALANGAN REMAJA
BY: Nazwa Chairani dan Dinda Sabrina
Media sosial kini menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak orang, terutama di kalangan remaja. Perkembangan media sosial yang begitu pesat memudahkan siapa saja untuk mengakses berbagai informasi dari seluruh dunia. Salah satu platform yang sangat populer di kalangan remaja adalah TikTok. Platform ini tidak hanya menjadi tempat untuk berkreasi dan mengekspresikan diri, tetapi juga mempengaruhi cara remaja berkomunikasi, khususnya dalam penggunaan bahasa.
Salah satu dampak dari penggunaan TikTok adalah munculnya istilah-istilah baru dalam bahasa yang sering digunakan oleh remaja. TikTok menjadi media yang banyak menyebarkan kosa kata baru yang akhirnya menjadi bahasa gaul yang umum digunakan, baik di dunia maya maupun dalam percakapan sehari-hari. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa gaul adalah dialek nonformal yang dipakai oleh komunitas tertentu untuk keperluan pergaulan. Contoh dari bahasa gaul ini antara lain “santuy”, “gemoy”, “gabut”, “mager”, dan masih banyak lagi.
Fenomena bahasa gaul di TikTok bukan hanya menciptakan identitas sosial, tetapi juga mencerminkan perubahan budaya yang lebih luas. Bahasa gaul sering memuat unsur humor, kearifan lokal, hingga kritik sosial yang menjadikannya menarik bagi remaja. Istilah-istilah yang muncul tidak sekadar menjadi bahasa percakapan sehari-hari, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.
Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja tentu memiliki dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah semakin tergesernya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kebiasaan menggunakan bahasa gaul di media sosial dan kehidupan sehari-hari bisa membuat remaja lupa bagaimana cara berbahasa yang sesuai dengan aturan dan konteks. Ini bisa menjadi ancaman bagi kelestarian bahasa Indonesia, terutama jika remaja tidak lagi memahami atau menggunakan bahasa yang sesuai dalam situasi formal. Dengan demikian, perkembangan bahasa gaul di TikTok memberikan pengaruh yang signifikan terhadap cara remaja berinteraksi dan berkomunikasi.
Ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan ketika sudah ketergantungan terhadap bahasa gaul, yaitu bisa menyulitkan remaja saat berkomunikasi dalam situasi formal, seperti ketika harus menyampaikan pendapat dalam diskusi akademik atau lingkungan profesional. Selain itu, penggunaan bahasa gaul yang berlebihan dapat menimbulkan kebingungan bagi kalangan orang dewasa yang tidak familiar dengan istilah-istilah tersebut. Hal ini berisiko menciptakan jarak antargenerasi dan menghambat komunikasi yang efektif. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memahami konteks dalam berbicara dan menyesuaikan bahasa yang digunakan sesuai dengan lawan bicara.
Pendidikan juga memiliki peran penting dalam mengatasi tantangan ini. Sekolah sebaiknya mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berbahasa yang baik dan benar, sambil tetap menghargai kreativitas dalam bahasa gaul yang berkembang di media sosial. Melalui pendekatan pembelajaran yang inklusif, siswa dapat belajar untuk menyeimbangkan penggunaan bahasa formal dan nonformal, sehingga mampu berkomunikasi secara efektif dalam berbagai situasi.
Selain dampak negatif, penggunaan bahasa gaul juga membawa dampak positif, yaitu mendorong remaja untuk lebih kreatif dalam berbahasa dan berkomunikasi. Menggunakan istilah-istilah yang sedang tren di TikTok dapat membuat remaja merasa lebih dekat dan terhubung dengan komunitas mereka di media sosial.
Sebagai kesimpulan, pengaruh TikTok terhadap penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja adalah fenomena yang kompleks. Bahasa gaul memang bisa memperkaya interaksi sosial dan menciptakan rasa kebersamaan, namun penting bagi remaja untuk tetap memahami pentingnya komunikasi yang baik dalam bahasa formal. Dengan menyeimbangkan penggunaan kedua jenis bahasa ini, remaja tidak hanya akan menjadi kreator yang inovatif di media sosial, tetapi juga komunikator yang efektif dalam berbagai situasi.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.117 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.