Home » Esai dan Opini » PENGARUH MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA GAUL DIKALANGAN REMAJA

PENGARUH MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA GAUL DIKALANGAN REMAJA

admin 01 Apr 2025 371

BY: Nazwa Chairani dan Dinda Sabrina
Media sosial kini menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak orang, terutama di kalangan remaja. Perkembangan media sosial yang begitu pesat memudahkan siapa saja untuk mengakses berbagai informasi dari seluruh dunia. Salah satu platform yang sangat populer di kalangan remaja adalah TikTok. Platform ini tidak hanya menjadi tempat untuk berkreasi dan mengekspresikan diri, tetapi juga mempengaruhi cara remaja berkomunikasi, khususnya dalam penggunaan bahasa.

Salah satu dampak dari penggunaan TikTok adalah munculnya istilah-istilah baru dalam bahasa yang sering digunakan oleh remaja. TikTok menjadi media yang banyak menyebarkan kosa kata baru yang akhirnya menjadi bahasa gaul yang umum digunakan, baik di dunia maya maupun dalam percakapan sehari-hari. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa gaul adalah dialek nonformal yang dipakai oleh komunitas tertentu untuk keperluan pergaulan. Contoh dari bahasa gaul ini antara lain “santuy”, “gemoy”, “gabut”, “mager”, dan masih banyak lagi.

Fenomena bahasa gaul di TikTok bukan hanya menciptakan identitas sosial, tetapi juga mencerminkan perubahan budaya yang lebih luas. Bahasa gaul sering memuat unsur humor, kearifan lokal, hingga kritik sosial yang menjadikannya menarik bagi remaja. Istilah-istilah yang muncul tidak sekadar menjadi bahasa percakapan sehari-hari, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.

Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja tentu memiliki dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah semakin tergesernya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kebiasaan menggunakan bahasa gaul di media sosial dan kehidupan sehari-hari bisa membuat remaja lupa bagaimana cara berbahasa yang sesuai dengan aturan dan konteks. Ini bisa menjadi ancaman bagi kelestarian bahasa Indonesia, terutama jika remaja tidak lagi memahami atau menggunakan bahasa yang sesuai dalam situasi formal. Dengan demikian, perkembangan bahasa gaul di TikTok memberikan pengaruh yang signifikan terhadap cara remaja berinteraksi dan berkomunikasi.

Ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan ketika sudah ketergantungan terhadap bahasa gaul, yaitu bisa menyulitkan remaja saat berkomunikasi dalam situasi formal, seperti ketika harus menyampaikan pendapat dalam diskusi akademik atau lingkungan profesional. Selain itu, penggunaan bahasa gaul yang berlebihan dapat menimbulkan kebingungan bagi kalangan orang dewasa yang tidak familiar dengan istilah-istilah tersebut. Hal ini berisiko menciptakan jarak antargenerasi dan menghambat komunikasi yang efektif. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memahami konteks dalam berbicara dan menyesuaikan bahasa yang digunakan sesuai dengan lawan bicara.

Pendidikan juga memiliki peran penting dalam mengatasi tantangan ini. Sekolah sebaiknya mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berbahasa yang baik dan benar, sambil tetap menghargai kreativitas dalam bahasa gaul yang berkembang di media sosial. Melalui pendekatan pembelajaran yang inklusif, siswa dapat belajar untuk menyeimbangkan penggunaan bahasa formal dan nonformal, sehingga mampu berkomunikasi secara efektif dalam berbagai situasi.

Selain dampak negatif, penggunaan bahasa gaul juga membawa dampak positif, yaitu mendorong remaja untuk lebih kreatif dalam berbahasa dan berkomunikasi. Menggunakan istilah-istilah yang sedang tren di TikTok dapat membuat remaja merasa lebih dekat dan terhubung dengan komunitas mereka di media sosial.

Sebagai kesimpulan, pengaruh TikTok terhadap penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja adalah fenomena yang kompleks. Bahasa gaul memang bisa memperkaya interaksi sosial dan menciptakan rasa kebersamaan, namun penting bagi remaja untuk tetap memahami pentingnya komunikasi yang baik dalam bahasa formal. Dengan menyeimbangkan penggunaan kedua jenis bahasa ini, remaja tidak hanya akan menjadi kreator yang inovatif di media sosial, tetapi juga komunikator yang efektif dalam berbagai situasi.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …