- Esai dan OpiniUrgensi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai Fondasi Literasi Dini di Sekolah Dasar
- Esai dan OpiniMenjaga Jangkar Identitas: Reorientasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra SD di Tengah Badai Literasi Digital
- Esai dan OpiniBahasa dan Sastra sebagai Cerminan Budaya serta Sarana Pembentukan Karakter Generasi Muda
- Esai dan OpiniPeran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Membangun Karakter Generasi Muda
- Esai dan OpiniDrama sebagai Ruang Tumbuh Bahasa, Empati, Kreativitas, dan Keberanian Berekspresi Siswa Sekolah Dasar

Pengaruh Penting Menceritakan Dongeng Kepada Anak-Anak Untuk Membangun Minat Membaca dan Imajinasi Anak
By : Maya Mut Mainnah, Di era modern ini, tradisi bercerita atau mendongeng sering kali mulai tergeser oleh kehadiran teknologi, termasuk bagi anak-anak di usia perkembangan. Hampir semua anak lebih akrab dengan layar handphone, tablet, atau tayangan visual lainnya dibandingkan dengan buku cerita. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang lebih memilih memberikan tontonan digital karena dianggap lebih praktis untuk menenangkan atau menghibur anak. Biasanya mereka menghabiskan waktu dengan tayangan visual instan yang menyajikan cerita secara langsung tanpa menuntut mereka untuk berpikir keras. Menurut saya, hal ini sebenarnya merupakan sebuah tantangan besar. Meskipun teknologi memiliki manfaat, kegiatan menceritakan dongeng secara langsung memiliki peran yang sangat krusial dan tak tergantikan bagi perkembangan kognitif anak.
Kalau tradisi mendongeng ini perlahan hilang, anak-anak bisa kesulitan dalam mengembangkan kapasitas imajinasi murni dan minat baca mereka di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk melihat bagaimana sebenarnya pengaruh kegiatan menceritakan dongeng terhadap perkembangan imajinasi dan minat membaca anak-anak. Menceritakan dongeng kepada anak memiliki dampak yang sangat besar dan positif terhadap cara kerja otak mereka. Dari sisi imajinasi, dongeng memaksa anak-anak untuk membangun “teater pikiran” mereka sendiri. Ketika mendengarkan sebuah kisah tentang petualangan ajaib atau tokoh pahlawan yang berani, otak anak akan bekerja aktif untuk memvisualisasikan adegan tersebut secara mandiri.
Misalnya, dari narasi yang dibacakan, anak harus membayangkan sendiri seperti apa rupa tokoh utama, seberapa tinggi gunung yang didaki, atau bagaimana warna pemandangan di dalam cerita. Hal ini sangat membantu melatih kreativitas dan daya pikir mereka. Dengan adanya kegiatan mendongeng, anak-anak belajar merakit gambaran visual dari sekumpulan kata. Mereka menjadi terbiasa menciptakan ide-ide di dalam kepala mereka, yang tentunya sangat penting sebagai akar dari pemikiran inovatif.
Selain itu, mendongeng juga merupakan jembatan utama dan paling efektif untuk menumbuhkan minat membaca. Anak-anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan cerita yang menarik secara alamiah akan memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Mereka menjadi penasaran dengan kelanjutan cerita atau kisah-kisah seru lainnya yang tersembunyi di balik lembaran buku. Menurut saya, inilah momen penting di mana ketertarikan terhadap literasi mulai tumbuh. Ketika rasa penasaran itu muncul, anak-anak akan termotivasi untuk belajar membaca agar bisa mengeksplorasi cerita-cerita tersebut secara mandiri tanpa harus selalu menunggu dibacakan.
Kalau anak jarang dibacakan cerita atau tidak dikenalkan pada kebiasaan ini, mereka bisa menganggap buku sebagai sesuatu yang membosankan, kaku, atau sekadar beban pelajaran di sekolah. Padahal, buku adalah sumber pengetahuan. Tidak hanya itu, menceritakan dongeng juga sangat memengaruhi perkembangan bahasa dan perbendaharaan kata anak. Dari cerita yang mereka dengar, anak-anak bisa belajar kata-kata baru, majas, dan struktur kalimat yang baik yang jarang mereka dengar dalam percakapan sehari-hari.
Namun, di balik semua manfaat itu, ada tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya interaksi dan alokasi waktu. Di zaman yang serba cepat ini, orang tua atau pendidik terkadang kurang meluangkan waktu untuk duduk bersama dan menceritakan dongeng. Anak yang lebih sering dibiarkan pasif mengonsumsi media visual di gadget bisa menjadi kurang peka terhadap stimulasi literasi. Mereka lebih fokus pada layar daripada mengembangkan kemampuan berimajinasi atau membaca teks. Menurut saya, ini adalah masalah yang cukup serius, karena lingkungan keluarga dan sekolah adalah tempat pertama bagi anak untuk membangun fondasi kecintaan pada membaca. Jika anak kurang mendapatkan stimulasi dari cerita lisan, maka perkembangan minat baca dan empati sosial mereka juga bisa terhambat.
Oleh karena itu, peran orang tua dan guru sangatlah penting dalam menghidupkan kembali kebiasaan mendongeng. Anak-anak perlu diberikan waktu khusus dan diarahkan untuk lebih dekat dengan buku melalui cerita-cerita yang interaktif, misalnya menjadikan dongeng sebagai rutinitas sebelum tidur atau di sela-sela kegiatan belajar. Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, kegiatan menceritakan dongeng bisa memberikan dampak positif yang luar biasa, seperti meningkatkan ketajaman imajinasi, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan minat baca anak secara organik tanpa paksaan. Oleh karena itu, membacakan cerita harus mulai dibiasakan kembali dan didukung penuh. Dengan kebiasaan yang bijak dan penuh kasih sayang ini, dongeng bisa menjadi kunci pembuka gerbang pengetahuan yang akan sangat bermanfaat bagi masa depan literasi anak-anak.
admin
30 May 2026
By: Siti Aisyah, Pelajaran Bahasa Indonesia di jenjang sekolah dasar memegang peranan penting dalam menumbuhkan kecakapan literasi anak sejak awal. Literasi itu sendiri mencakup lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan anak dalam mencerna informasi, mengutarakan gagasan, serta berinteraksi secara efektif dalam keseharian mereka. Di rentang usia sekolah dasar, perkembangan kemampuan bahasa …
admin
30 May 2026
By : Putri Meisyah, Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar (SD) saat ini menghadapi tantangan ganda tuntutan penguasaan teknologi digital dan ancaman hilangnya kedalaman berbahasa akibat konsumsi media sosial yang instan. Esai ini menyoroti bagaimana kurikulum modern berhasil mengintegrasikan multimedia, namun di sisi lain terjebak dalam pendangkalan makna bahasa (krisis kosakata) dan hilangnya apresiasi …
admin
30 May 2026
By : Harum Hainah, Bahasa dan sastra merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pikiran, gagasan, serta perasaan, sedangkan sastra menjadi media yang mampu menggambarkan kehidupan manusia secara lebih indah dan mendalam. Dalam kehidupan masyarakat, bahasa berfungsi sebagai identitas budaya dan alat pemersatu, sementara sastra …
admin
30 May 2026
By: Siva Virghi Maywa Tyo, Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki peran penting dalam dunia pendidikan karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter peserta didik. Melalui pembelajaran Bahasa dan Sastra, siswa tidak hanya belajar memahami struktur bahasa, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir, berinteraksi, serta memahami nilai-nilai penting dalam proses pendidikan. …
admin
30 May 2026
By : Elfira Hulu, Menurut saya, drama merupakan modalitas pendidikan yang sangat menarik dan menguntungkan bagi siswa sekolah dasar. Drama melampaui tindakan sekadar tampil di hadapan penonton atau menghafal garis secara langsung; ini berfungsi sebagai instrumen multifaset yang memfasilitasi pengembangan siswa yang komprehensif di berbagai domain. Melalui partisipasi dalam drama, anak-anak memperoleh keterampilan penting seperti …
admin
30 May 2026
By: Rani Fauziah Hasibuan, Dalam dunia pendidikan, kemampuan literasi membaca memiliki peranan yang sangat penting. Literasi membaca bukan hanya sekadar kemampuan mengenal huruf atau membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan mengambil makna dari informasi yang dibaca. Kemampuan ini menjadi dasar utama bagi siswa dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, literasi membaca …
18 Dec 2024 2.908 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.035 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.536 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.