Home » Esai dan Opini » PENTING NYA PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK  SEKOLAH

PENTING NYA PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK  SEKOLAH

admin 23 Dec 2024 312

By: Enzela Mutia, Dian Sabrina

          Pendidikan Karakter menjadi keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas, pendidikan juga untuk membangun budi pekerti dan sopan santun dalam kehidupan. Untuk merealisasikan tema tersebut lebih lanjut mendiknas mengemukakan pendidikan karakter akan diterapkan pada semua jenjang pendidikan mulai jenjang pendidikan SD sampai Perguruan Tinggi, namun porsinya akan lebih besar diberikan pada Sekolah Dasar (SD). Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini yakni SD porsinya mencapai 60 % dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya. Hal ini agar mudah diajarkan dan melekat dijiwa anak-anak itu hingga kelak ia dewasa. Lebih jauh Mendiknas menyatakan pada saat menjadi pembicara pada seminar Nasional.
          Dunia pendidikan diharapkan sebaga motor penggerak untuk m emfasilitasi pembangunan karakter, sebab apa-apa yang terjadi dimasyarakat kita sebenarnya menyangkut masalah karakter, seperti kekerasan, korupsi, manipulasi , kebohongan- kebohongan dan perilaku menyimpang lainnya ,berangkat dari pendidikan. Oleh sebab itu melalui pendidikan pula karakter bangsa dapat diperbaiki dan dibentuk terutama Pembangunan karakter dan pendidikan mulai dari usia dini Pembangunan karakter dan pendidikan karakter menjadi suatu keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas, juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun sehingga keberadaannya sebagai anggota masyarakat menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun orang lain.
          Pendidikan karakter menjadi hal penting untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berperilaku baik di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.tujuan, dan manfaat implementasi pendidikan karakter Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengkaji berbagai sumber tertulis terkait topik pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berperan dalam membentuk kepribadian siswa, mencegah masalah sosial remaja, menyiapkan generasi bertanggung jawab, memberi bekal hidup bermasyarakat, dan mendukung prestasi akademik siswa. Disarankan agar pendidikan karakter diintegrasikan dalam kurikulum, diajarkan melalui keteladanan dan pembiasaan, dengan kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan karakter penting diterapkan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter mulia dan bermoral.
Peran Keluarga, Guru dan Masyarakat Dalam Pendidikan Karakter

A. Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter
          Orang tua menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas perkembangan karakter anakkarena keluarga merupakan penyelenggara pendidikan paling utama dan pertama sebelum pendidikan pendamping lainnya.Orang tua juga turut berperan dalam perkembangan karakter

B. Peran Guru dalam Budaya Karakter di Sekolah
          Guru mempersiapkan berbagai pilihan dan strategi untuk menanamkan setiap nilai-nilai,norma-norma dan kebiasaan-kebiasaan ke dalam mata pelajaran yang diampunya. Guru dapatmemilih cara-cara tertentu dalam proses pembelajarannya, seperti menyampaikan berbagai kutipan yang berupa kata- kata mutiara atau peribahasa yang berkaitan dengan karakter, cerita pendek, diskusi kelompok, membuat karangan pendek dan sebagainya. Setiap sekolah hendaknya menentukan kegiatan khusus yang dapat mengikat para guru untuk melakukan kegiatan tersebut secara berkelanjutan. Berikut contoh penerapan keteladan pendidikan karakter di sekolah.
          Guru secara sadar datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal kerja dan mengajar. hal ini bukan hanya bentuk disiplin guru sebagai rolemodel siswa di sekolah namun juga sebagai bentuk komitmen dari kesepakatan yang sudah disetujui antara guru dengan pihak sekolah.
Sekolah memberikan penghargaan terhadap setiap keberhasilan, usaha, dan memberikan komitmennya, semua karyawan dan siswanya akan termotivasi untuk bekerja keras,inovatif, dan mendukung perubahan.
         Sekolah juga memberikan program-program khusus bimbingan konseling pada siswa yang memiliki kesulitan belajar. Dengan adanya bimbingan dan usaha tersebut, siswa terbantu untuk memperbaiki cara belajar, mengembangkan potensinya secara maksimal dan belajar mengubah dirinya menjadi manusia yang lebih baik lagi.
           Sekolah memberikan apresiasi pada saat upacara bendera pada hari senin, untuk guru,karyawan dan siswa yang berprestasi. Cara yang dilakukan ini memotivasi setiap guru,karyawan dan siswa untuk meraih prestasi-prestasi tertentu.
          Sekolah menerapkan makan bersama pada guru dan siswa pada saat jam istirahat.
Dengan begitu, akan menumbuhkan sifat kebersamaan dan kedekatan antara murid dengan guru.

C. Peran Masyarakat dalam Pendidikan Karakter
          Sekolah bersama komite sekolah dan masyarakat secara bersama-sama menyusun suatu kegiatan yang dapat mendukung terwujudnya pembudayaan dan penanaman karakter yang baik bagi seluruh warga sekolah.
Membiasakan perilaku baik
Masyarakat dapat membiasakan perilaku baik seperti gotong royong, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak merusak fasilitas umum.
Menanamkan semangat belajar
          Masyarakat dapat memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak untuk memiliki semangat belajar.
Mendorong budaya literasi
          Masyarakat dapat menyediakan akses terhadap buku dan bahan bacaan lain, seperti mendirikan taman baca atau perpustakaan keliling.
Mengadvokasi hak atas pendidikan
          Masyarakat dapat mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian lebih pada pendidikan, termasuk masalah infrastruktur, kesejahteraan guru, dan pemerataan akses.
Memberikan masukan kepada sekolah
          Masyarakat dapat memberikan masukan-masukan terutama dalam penyusunan program-program sekolah.
Berpartisipasi dalam evaluasi
       Masyarakat dapat berpartisipasi dalam evaluasi untuk mengetahui apa yang kurang dalam penyelenggaraan pendidikan dan apa yang perlu ditingkatkan.

KESIMPULAN
          Karakter seseorang akan terbentuk bila aktivitas dilakukan berulang-ulang secara rutin hingga menjadi suatu kebiasaan,yang akhirnya tidak hanya menjadi suatukebiasaan saja tetapi sudah menjadi suatu karakter. Maka dari itu, pendidikan karakter harus dilakukan sedini mungkin agar anak mampu menanamkan karakter yang baik sehingga mereka bisa membawanya hingga usia dewasa. Pendidikan karakter di sekolah dapat diterapkan pada semua mata pelajaran.Setiap mata pelajaran yang berkaitan denga norma-norma perlu dikembangkan dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.Di era digital ini peran keluarga, guru dan masyarakat sekitar sangatlah penting dalam meningkatkan karakter calon penerus bangsa. sebagai tempat utama dan pertama peserta didik menjalani kehidupan dan pendidikannya hendaklah mengawasi dan membimbing dengan penuh kasih sayang, tegas, dan cermat.Peran guru di sekolah bukan hanya mengajar tetapi juga mendidik. Peran guru sebagai rolemodel dalam pandangan anak sehingga guru akan menjadi patokan bagi sikap anak didik. Guru tidak hanya mengajarkan konsep karakter yang baik, tetapi bagaimana mengarahkan peserta didik untuk dapat mengimplementasikan pada kehidupam sehari-hari. Masyarakat sekitar juga berperan dalam mengawasi dan memotivasi perkembangan karakter peserta didik

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …