Home » Esai dan Opini » PERAN KELUARGA SEBAGAI BENTENG PERTAHANAN BAHASA DAERAH

PERAN KELUARGA SEBAGAI BENTENG PERTAHANAN BAHASA DAERAH

admin 01 Apr 2025 275

By: Sindy Rahmadani Sitorus

    Bahasa daerah adalah salah satu bagian dari identitas budaya, meliputi sejarah, nilai, dan cara berpikir masyarakat. Namun, di era globalisasi, eksistensi makna bahasa daerah sedang dalam masalah serius. Pendekatan global untuk semua area kehidupan telah membuat generasi muda bahkan lebih dekat dengan bahasa nasional atau bahasa asing dan di beberapa daerah bahkan tidak terlibat dalam kehidupan sehari-hari generasi muda. Dalam situasi seperti ini, keluarga adalah elemen terakhir yang dengan sungguh-sungguh terlibat dalam pelestarian bahasa daerah. Di samping itu, keluarga adalah lingkungan pertama yang anak hadapi. Anak terserap dalam komunikasi dengan dunia luar begitu lahir.

    Sekarang bayi hanya mengenal bahasa yang dipahami dan digunakan oleh orang tua dan saudara lain. Pada beberapa kasus generasi muda hampir hilang kemampuan berbicara di bahasa daerah. Alasannya adalah orang tua yang telah memutuskan bahasa ini tidak lebih modern atau universal dan akan sulit bagi anak untuk beradaptasi dan bersaing dengan dunia luar. Tentu saja, menggunakan bahasa materinya tidak akan menghambat pembelajaran bahasa lain, sebaliknya banyak memperkuat. Bahasa pengantar bukan hanya sarana komunikasi tetapi juga pusaka budaya untuk menyematkan nilai budaya leluhur. Semua bahasa memiliki ekspresi yang khas dan tidak semestinya diterjemahkan ke dalam bahasa lain.

    Saat inilah keluarga memainkan perannya. Orang tua bisa memunculkan kasih sayang akan budaya dengan menggunakan bahasa daerah. Mereka dapat menceritakan kisah-kisah rakyat, nyanyikan lagu daerah, atau bahkan berbicara dengan bahasa daerah sehari-hari. Tentu saja dengan cara ini anak-anak menjadi akrab dengan bahasa yang diwariskan Bapak dan Ibu. Namun, seiring berkembangnya teknologi, bahasa daerah memiliki dua tantangan utama yang menantang :

  1. Perubahan dalam pola komunikasi
  2. Kurangnya dukungan dari luar

     Anak-anak, terutama di kota besar terkenal dengan bahasa nasional atau asing melalui dunia daring, pesan singkat, televisi, dan lingkungan sekolah. Jika anak-anak itu sangat minim mendengar bahasa daerah, mereka biasanya akan kesulitan menguasainya. Selain itu, ada stigma di masyarakat bahwa bahasa daerah membuat mereka tampil “tolol” atau tidak modern. Sebagian besar, alasan ini membuat orang tua tidak mau mengajarkan bahasa daerah pada anak-anak. Bahkan, banyak negara sangat menetapkan pembelajaran dua bahasa Tiga bahasa selain bahasa nasional sebagai keahlian. Tantangan lain akan muncul tanpa hasrat dari masyarakat luar. Jika sekolah, teman ekonomi tidak membantu mendorong upaya menjaga bahasa daerah, anak-anak akan berpikir bahwa kursus tersebut harus boleh. Karena itu, keluarga tidak bisa sendirian. Kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk menjamin eksistensi bahasa daerah.

Keluarga bisa melakukan beberapa hal untuk menjaga kelestarian bahasa daerah :

Menyanyikan Lagu Daerah

Musik adalah alat yang sangat efektif untuk belajar bahasa. Orang tua dapat membawakan lagu daerah untuk anak-anak. Dengan begitu, anak akan lebih familiar dengan kosakata dan intonasi dari bahasa persamannya tersebut.

Menggunakan Teknologi Secara Baik

Penggunaan teknologi tidak selamanya buruk. Orang tua pun dapat terlibat dalan mengajarkan bahasa daerah dengan memberikan akses konten kepada anak, seperti video cerita rakyat, video permainan edukasi atau menggunakan aplikasi belajar bahasa daerah lainnya.

Mengikuti Kegiatan Budaya

Membersamai anak dalam kegiatan budaya seperti pertunjukan seni, festival, acara budaya atau bergabung dengan komunitas penutur bahasa daerah. Orang tua dapat mengajak anak untuk selalu melestarikan bahasa daerah yang mereka gunakan.

Masa globalisasi yang begitu kuat membuat sebuah bahasa lokal semakin terancam eksistensinya. Keluarga memiliki peran terpenting dalam melestarikan bahasa daerahnya. Melalui kebiasaan sehari-hari berbahasa daerah, membawakan anak cerita rakyak dan lagu-lagu daerah, serta menggunakan teknologi untuk membantu pembelajaran, keluarga memiliki kekuatan untuk memastikan bahas asali tetap digunakan dan diwariskan pada generasi penerus yang akan datang.

Melestarikan bahasa daerah bukan sekadar alat untuk berkomunikasi, tetapi juga identitas bangsa dan bagian dari warisan budaya yang harus dilestarikan. Jika seluruh keluarga bangsa Indonesia sadar untuk merawat bahasa daerah mereka masing-masing, kekuaan dan eksistensinya pun tidak akan mudah tergantikan oleh perkembangan teknologi zaman now.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …