- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

Rendahnya Penguasaan Bahasa Indonesia Baku pada Siswa Sekolah Dasar
By: Sabrina Muthamainnah
Di lingkungan sekolah dasar saat ini, penggunaan bahasa Indonesia baku mulai terasa semakin berkurang. Banyak siswa lebih sering menggunakan bahasa sehari-hari atau bahasa gaul ketika berbicara, bahkan dalam situasi belajar di kelas. Hal ini sebenarnya cukup wajar karena mereka terpengaruh dari lingkungan sekitar, seperti teman sebaya, media sosial, hingga tontonan di internet. Tapi kalau dibiarkan terus, kondisi ini bisa berdampak pada kemampuan berbahasa mereka ke depannya.
Siswa SD pada dasarnya masih dalam tahap belajar memahami dan menggunakan bahasa dengan baik. Namun, karena terlalu sering menggunakan bahasa tidak baku, mereka jadi kurang terbiasa dengan kosakata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Akibatnya, saat diminta berbicara secara formal atau menulis tugas, mereka sering kesulitan menyusun kalimat yang benar. Bahkan, tidak sedikit yang mencampur antara bahasa gaul dan bahasa baku dalam satu kalimat.
Selain itu, rendahnya minat membaca juga jadi salah satu penyebab utama. Anak-anak yang jarang membaca buku biasanya memiliki kosakata yang terbatas. Mereka lebih banyak terpapar bahasa dari media sosial yang cenderung singkat, santai, dan tidak selalu sesuai aturan. Menurut Huda (2022), pengaruh bahasa di media sosial membuat siswa kurang terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam konteks formal.
Dampak lainnya juga terlihat pada kemampuan menulis siswa. Banyak siswa menulis sesuai dengan cara mereka berbicara sehari-hari. Misalnya, penggunaan kata singkatan, penulisan yang tidak sesuai ejaan, atau kalimat yang tidak jelas strukturnya. Hal ini tentu memengaruhi kualitas tulisan mereka, baik dalam tugas sekolah maupun dalam ujian. Amanah dan Gani (2024) menyatakan bahwa penggunaan bahasa tidak baku secara terus-menerus dapat menurunkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara efektif dan santun.
Peran guru dan orang tua sangat penting dalam mengatasi masalah ini. Guru bisa membiasakan penggunaan bahasa Indonesia baku saat proses pembelajaran berlangsung. Misalnya, dengan memberikan contoh cara berbicara yang baik, membiasakan siswa menjawab pertanyaan dengan kalimat lengkap, serta memberikan latihan menulis yang terarah. Di sisi lain, orang tua juga bisa mendukung dengan membiasakan anak menggunakan bahasa yang lebih baik di rumah.
Namun, bukan berarti bahasa sehari-hari harus dihilangkan sepenuhnya. Bahasa santai tetap boleh digunakan dalam situasi informal, seperti saat bermain atau berbincang dengan teman. Yang penting, siswa tahu kapan harus menggunakan bahasa baku dan kapan boleh menggunakan bahasa santai. Kemampuan ini penting agar mereka bisa menyesuaikan diri dengan berbagai situasi komunikasi.
Pada akhirnya, rendahnya penguasaan bahasa Indonesia baku pada siswa SD bukan masalah yang tidak bisa diatasi. Dengan pembiasaan yang konsisten, dukungan dari guru dan orang tua, serta lingkungan yang mendukung, siswa bisa belajar menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih baik. Harapannya, mereka tidak hanya mampu berbicara dengan lancar, tetapi juga bisa berkomunikasi dengan baik dan benar sesuai situasi.
Referensi
Amanah, N., & Gani, R. A. (2024). Fenomena bahasa gaul media sosial terhadap pergeseran etika berbicara siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 3(5), 812–824.
Huda, N. (2022). Eksistensi Bahasa Indonesia di tengah arus bahasa gaul pada media sosial TikTok. Jurnal Literasi Amarta, 1(2), 45–53.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.