
Revitalisasi Bahasa Indonesia dalam Dunia Pendidikan
By: Maharani. Revitalisasi Bahasa Indonesia adalah upaya untuk menghidupkan kembali, memperkuat,dan menumbuhkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan istimewa dalam dunia pendidikan, bukan hanyasebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, logika, dan kepekaan rasa. Namun, di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi,kemampuan menulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan bermakna mulai mengalamikemunduran. Banyak pelajar dan mahasiswa yang menulis sekadar untuk memenuhi tugas,tanpa memperhatikan makna, keindahan, dan kekuatan bahasa yang digunakan. Darisinilah pentingnya revitalisasi bahasa dalam dunia pendidikan — sebuah gerakan untukmenghidupkan kembali semangat menulis dengan hati, bukan sekadar dengan tangan.
Menulis dengan hati berarti menulis dengan kesadaran penuh terhadap nilai, rasa, dantujuan dari sebuah tulisan. Dalam konteks pendidikan, hal ini berarti menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, empati, dan tanggung jawab melalui bahasa. Tulisan yang baik bukan hanya dinilai dari struktur kalimat atau tata bahasa yang benar, tetapi juga dari kejujuran dan ketulusan dalam menyampaikan gagasan. Bahasa Indonesia menyediakan ruang luas untuk mengekspresikan hal-hal tersebut karena memiliki kekayaan kosakata dan kehalusan makna yang mencerminkan budaya bangsa.
Sayangnya, praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dan perguruan tinggi masih sering bersifat teknis. Fokusnya lebih pada aturan ejaan, struktur kalimat, dan penilaian formal, bukan pada bagaimana bahasa digunakan untuk menyampaikan ide dengan makna yang mendalam. Akibatnya, banyak siswa merasa bahwa menulis adalah beban, bukan kebutuhan atau ekspresi diri. Di sinilah pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk mengubah pendekatan — dari sekadar mengajarkan bahasa, menjadi menghidupkan bahasa.
Revitalisasi Bahasa Indonesia dapat dimulai dengan membangun kembali budaya literasi yang berorientasi pada nilai dan rasa. Guru dan dosen dapat mengajak siswa menulis berdasarkan pengalaman pribadi, perenungan sosial, atau kisah yang mengandung pesan moral. Dengan cara ini, menulis menjadi kegiatan yang menyentuh sisi emosional dan intelektual sekaligus. Misalnya, tugas menulis esai bukan hanya tentang struktur, tetapi juga tentang isi yang menggugah hati. Tulisan yang lahir dari kejujuran akan lebih mudah diterima dan dihargai, baik oleh pembaca maupun penulisnya sendiri.
Selain itu, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat gerakan ini.Platform digital seperti blog, media sosial pendidikan, atau e-literasi bisa menjadi wadah bagi pelajar untuk berbagi tulisan berbahasa Indonesia dengan cara yang menarik. Bahasa Indonesia tidak harus kaku; ia bisa lentur, kreatif, dan penuh ekspresi selama digunakan dengan tanggung jawab dan tujuan yang baik. Melalui dunia digital, menulis dengan hati justru bisa menjangkau lebih banyak orang dan menumbuhkan apresiasi terhadap bahasa sendiri.
Menulis dengan hati adalah bentuk penghargaan terhadap Bahasa Indonesia sebagai Bahasa yang hidup. Ia bukan hanya kumpulan kata, tetapi juga cerminan pikiran dan jiwa Bangsa. Jika dunia pendidikan mampu mengembalikan makna sejati dari kegiatan menulis,Maka Bahasa Indonesia akan terus tumbuh, berkembang, dan menjadi sumber inspirasi Bagi generasi muda. Revitalisasi bahasa tidak akan berhasil tanpa kehadiran hati di dalam Setiap tulisan — karena bahasa yang ditulis tanpa hati hanyalah huruf, bukan makna.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.256 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.189 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.