- BukuTELAAH BUKU TEKS BAHASA INDONESIA: Teori dan Praktik
- BeritaDOSEN UMN AL-WASHLIYAH GELAR PELATIHAN INTEGRASI NILAI TATA KRAMA DALAM PEMBELAJARAN DI MTS USWATUN HASANAH BINJAI
- BeritaDOSEN UMN AL-WASHLIYAH LAKSANAKAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI SMAS UNGGULAN UMMU RAHMAH PATUMBAK
- BukuCINTA BAHASA INDONESIA MERAWAT IDENTITAS LEWAT KATA – KATA
- BukuINOVASI PRODUK PANGAN BERBASIS KOMODITI LOKAL: Dari Bahan Tradisional Menuju Produk Modern
BAHASA DAN MEDIA SOSIAL
By: Khairil Jannah, Media sosial, sejak kemunculannya, telah bertindak bukan hanya sebagai saluran komunikasi, tetapi juga sebagai laboratorium linguistik global yang beroperasi tanpa henti. Platform seperti WhatsApp, TikTok, dan X (sebelumnya Twitter) menuntut kecepatan, ringkasan, dan respons emosional, memaksa Bahasa Indonesia bertransformasi dari struktur baku yang kaku menjadi ragam yang lebih cair dan ekspresif. Perkawinan antara bahasa dan teknologi ini menghasilkan dua dampak utama yang saling terkait: efisiensi kaidah dan pembentukan identitas kelompok.
Tuntutan efisiensi adalah alasan utama terjadinya penyimpangan dari kaidah baku. Dalam pesan instan, pengguna cenderung mengorbankan kelengkapan sintaksis demi kecepatan. Ini terlihat jelas dari maraknya penggunaan akronim dan singkatan serta peluruhan tanda baca. Tanda titik dan koma, yang dalam konteks formal berfungsi memberikan jeda struktural, sering diabaikan atau digantikan oleh emoji. Lebih dari sekadar pengganti, emoji, stiker, dan GIF telah berkembang menjadi lapisan komunikasi visual yang mandiri. Emoji bertindak sebagai intonasi visual, menyampaikan nuansa emosi (seperti humor, keseriusan, atau ironi) yang tidak dapat disampaikan oleh teks polos. Sebuah emoji tertawa sampai menangis bisa menggantikan frasa “itu lucu sekali”.
Namun, efisiensi ini memiliki dua sisi mata uang. Walaupun praktis, ia berisiko menciptakan ambiguitas dan mengikis pemahaman terhadap struktur kalimat yang benar, terutama di kalangan remaja yang menjadikan media sosial sebagai referensi utama dalam berbahasa. Kesalahan penafsiran emoji antar generasi atau kelompok budaya adalah bukti nyata bahwa efisiensi ini tidak selalu menjamin kejelasan. Aspek kedua adalah pembentukan identitas, yang kini dipercepat oleh mekanisme algoritma media sosial. Bahasa gaul atau slang di media sosial berfungsi sebagai penanda eksklusif bagi suatu komunitas daring. Sebuah istilah bisa menjadi viral dalam hitungan jam, diadopsi oleh jutaan pengguna, dan menjadi bagian dari leksikon baru. Fenomena ini juga diperkuat oleh campur kode (code-mixing), di mana pengguna secara sengaja mencampur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris atau bahasa asing lain. Tindakan ini bisa menjadi simbol status intelektual, modernitas, atau sekadar upaya untuk menyesuaikan diri dengan tren global. Komunitas spesifik seperti penggemar K-Pop atau pemain gim daring bahkan mengembangkan jargon mereka sendiri yang semakin memperkuat kohesi internal sekaligus menjadi penghalang bagi orang luar.
Meskipun media sosial sering dituduh merusak Bahasa Indonesia baku, penting untuk melihatnya sebagai adaptasi evolusioner. Ruang digital hannyalah arena baru yang mempercepat laju perubahan tersebut. Bahasa Indonesia di ruang digital memang menjadi lebih fleksibel dan kaya secara leksikal, menunjukkan kreativitas penuturnya dalam menciptakan istilah dan gaya baru. Ini bukan tentang memilih mana yang benar dan salah, melainkan tentang memahami ragam bahasa mana yang paling tepat untuk situasi tertentu. Generasi muda harus mampu beralih mulus antara ragam bahasa cair (saat chatting dengan teman) dan ragam bahasa baku (saat menulis laporan akademis atau surat lamaran kerja).Kesimpulannya, media sosial telah menjadi katalisator yang mempercepat laju perubahan bahasa. Bahasa Indonesia kini hidup dalam dualisme yang menarik: terikat pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) untuk konteks formal, tetapi bebas, lincah, dan sangat visual dalam konteks digital. Kunci untuk mempertahankan kualitas bahasa nasional adalah melalui literasi digital yang komprehensif, yang tidak hanya mengajarkan aspek teknis, tetapi juga mendidik pengguna untuk menghargai setiap ragam bahasa sesuai dengan tempat dan tujuannya.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.709 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.500 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.380 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.