
Efek Mayoritas dalam Normalisasi Penyimpangan
By: Jun Anas’Ash Ritonga. Manusia seringkali menghadapi ketidakpastian antara benar dan salah dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu diciptakanlah aturan berupa hukum maupun norma berdasarkan nilai moral yang ada. Aturan diciptakan sebagai pembatas bagi perilaku manusia untuk menjaga ketertiban dan keteraturan. Perilaku mayoritas dalam masyarakat menjadi faktor penting supaya aturan tetap berjalan sebagaimanamestinya.
Dalam psikologi sosial, ada sebuah konsep yang dinamakan Konformitas. Menurut Robert A. Baron dan Donn Byrne yang merupakan tokoh psikolog sosial, Konformitas adalah perubahan sikap dan tingkah laku agar sesuai dengan norma sosial yang ada. Ini menandakan bahwa perilaku seseorang dapat berubah dikarenakan norma yang ada dalam suatu kelompok sosial. Hal ini merupakan hal positif apabila mayoritas dalam kelompok sosial tersebut secara patuh melaksanakan norma dan aturan yang ada. Begitu juga sebaliknya, apabila mayoritas dalam kelompok sosial tersebut seringkali melanggar aturan maka timbullah kekhawatiran bahwa penyimpangan akan ternormalisasikan. Perilaku mayoritas secara tidak langsung menarik individu tertentu satu demi satu dan memunculkan rasa aman bagi mereka untuk melakukan hal yang sama meskipun itu tidak sesuai aturan yang akibatnya terciptalah suatu pembenaran sosial.
Seorang psikolog sosial terkenal, Solomon Asch, pada tahun 1951 pernah melakukan eksperimen untuk mengetahui seberapa besar pengaruh mayoritas terhadap individu. Dia meminta sekelompok orang untuk membandingkan panjang garis antara 2 gambar dimana pada gambar pertama terdapat 1 garis sebagai referensi dan gambar lain terdapat 3 garis yang panjangnya berbeda. Tugasnya hanya menjawab secara verbal garis mana pada gambar kedua yang sama panjangnya dengan garis pada gambar pertama.
Ada 8 orang dalam 1 kelompok eksperimen dimana hanya 1 orang yang menjadi subjeknya sedangkan 7 orang lain berperan sebagai aktor. Setiap orang menjawab satu persatu dan subjek telah diatur agar menjadi orang terakhir yang menjawab. Para aktor telah diberi instruksi untuk menjawab dengan salah sebanyak 12 kali dari 18 perbandingan. Hasilnya adalah dari 50 percobaan, 13 orang konsisten secara keseluruhan pada jawaban yang benar, 31 orang terpengaruh pada beberapa jawaban salah, dan 6 orang hampir secara keseluruhan terpengaruh pada jawaban salah. Ini artinya 37 dari 50 subjek pernah setidaknya sekali terpengaruh oleh jawaban salah yang diberikan oleh para aktor sebagai kelompok mayoritas.
Asch membagi alasan fenomena ini terjadi menjadi tiga berdasarkan pengakuan dalam hasil wawancara terhadap 37 subjek yang cenderung terpengaruh pada jawaban mayoritas: (1) Distorsi Persepsi, subjek yang benar-benar percaya bahwa jawaban mayoritas adalah benar; (2) Distorsi Penilaian, subjek yang setelah beberapa kali perbandingan menjadi tidak yakin dengan jawabannya sehingga akhirnya mengikuti jawaban kelompok mayoritas; dan (3) Distorsi Tindakan, subjek yang sadar bahwa jawaban kelompok mayoritas itu salah namun tetap mengikutinya hanya karena tidak ingin tampak berbeda. Eksperimen ini menjadi bukti kecil bagaimana penyimpangan bisa mempengaruhi individu tertentu. Akibatnya adalah perilaku apapun yang hanya karena dilakukan oleh banyak orang cenderung dianggap benar walau sebenarnya salah.
Fenomena nyata paling sederhana terkait pembahasan ini dapat dilihan di jalan raya. Pengendara seringkali tetap menerobos lampu merah ketika tidak ada kendaraan dari arah lain. Beberapa pengendara yang tidak pernah melanggar lalu lintas terpengaruh untuk ikut menerobos begitu melihat 4 atau 5 kendaraan menerobos secara serentak. Akibatnya, orang yang awalnya ragu menerobos lampu merah untuk pertama kalinya akan menjadi orang pertama yang menerobos lampu merah di lain hari dan mempengaruhi pengendara lain. Rantai kebiasaan inilah yang menjadikan penyimpangan menjadi ternormalisasikan. Dampaknya secara berkepanjangan adalah hilangnya rasa bersalah terhadap perilaku yang jelas-jelas salah.
Begitu juga dalam lingkungan keluarga, orang tua yang mengizinkan anaknya yang masih sekolah menggunakan kendaraan pribadi tanpa SIM atas dasar keefesienan dalam kebutuhan anak untuk pergi-pulang sekolah serta menghemat uang dari penggunaan kendaraan umum. Dalam hal ini, orangtua tersebut secara tidak langsung mengajarkan anaknya untuk melanggar aturan apabila didasari oleh kebutuhan yang mana sebenarnya tetap salah.
Fenomena ini juga dapat ditemukan dalam dunia pendidikan seperti budaya menyontek, kebiasaan yang hanya membaca bahan presentasi tanpa penjelasan lebih lanjut, manipulasi daftar hadir, joki tugas dan banyak hal lainnya. Beberapa peserta didik yang awalnya jujur juga terpengaruh untuk mengikuti kebiasaan buruk tersebut hanya karena dianggap terlalu kaku dan mengganggu kenyaman kelompok. Akibatnya, nilai integritas terkikis karena didominasi oleh pengaruh kebiasaan buruk mayoritas.
Fenomena ini bahkan terjadi dalam konteks keagaaman, contohnya beberapa umat Islam yang secara terang-terangan mewajarkan hubungan antara lawan jenis sebelum pernikahan atau yang biasa dikenal dengan pacaran. Normalisasi ini dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama namun tetap dilakukan secara terbuka karena hal tersebut telah dilakukan oleh banyak orang. Akibatnya, keyakinan dan perbuatan tidak sejalan yang akhirnya berujung ke kemunafikan.
Dalam psikologi sosial, ada beberapa fenomena pengaruh sosial yang juga menegaskan seberapa kuat efek mayoritas dalam normalisasi penyimpangan: (1) Peer Pressure, merupakan tekanan sosial dari lingkungan sebaya dimana seseorang lebih memilih untuk menyesuaikan diri dengan kelompok walau harus melanggar prinsipnya sendiri atas dasar konsekuensi sosial berupa cibiran maupun pengucilan yang dapat terjadi apabila menolak untuk ikut; (2) Desensitisasi Moral, merupakan proses hilangnya kepekaan seseorang secara bertahap terhadap kesalahan dikarenakan sering menyaksikan penyimpangan yang terlihat tanpa konsekuensi sehingga sadar atau tidak sadar menganggap penyimpangan tersebut adalah hal yang wajar; (3) Justifikasi Sosial, merupakan pembenaran kesalahan atas dasar banyaknya orang yang juga melakukan hal serupa dan digunakan sebagai pertahanan diri untuk menghilangkan rasa bersalah.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.511 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.255 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.188 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.