Home » Esai dan Opini » MENJAGA WARISAN NUSANTARA MELALUI PELESTARIAN BAHASA DAERAH DI DAERAH

MENJAGA WARISAN NUSANTARA MELALUI PELESTARIAN BAHASA DAERAH DI DAERAH

admin 01 Apr 2025 193

By: Laila Fidia Salam

Bayangkan jika suatu hari tidak ada lagi anak muda yang bisa berbicara dalam bahasa daerah mereka sendiri. Komunikasi sehari-hari hanya menggunakan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa asing, sementara bahasa-bahasa yang kaya makna dan sejarah perlahan-lahan menghilang. Inilah kenyataan yang dihadapi banyak komunitas di Indonesia saat ini.

Sebagai negara dengan lebih dari 718 bahasa daerah, Indonesia adalah salah satu negara dengan keragaman bahasa terbanyak di dunia. Sayangnya, data menunjukkan bahwa setiap dua pekan, satu bahasa daerah di Indonesia punah. Dalam 30 tahun terakhir, beberapa bahasa daerah bahkan sudah hilang tanpa dokumentasi yang memadai. Globalisasi, urbanisasi, serta perubahan pola pikir masyarakat membuat penggunaan bahasa daerah semakin berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Jadi, bagaimana cara kita menjaga kekayaan bahasa daerah ini agar tidak lenyap? Siapa yang bertanggung jawab? Dan strategi apa saja yang bisa diterapkan agar bahasa daerah tetap hidup?

Sebelum mencari solusinya, kita perlu memahami akar masalahnya. Ada beberapa alasan utama mengapa banyak bahasa daerah terancam punah, seperti  Kurangnya penggunaan sehari-hari. Banyak keluarga di kota besar yang tak lagi menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Mereka lebih sering berbicara dalam bahasa Indonesia karena dianggap lebih praktis dan universal.  Banyak masyarakat yang masih menganggap bahasa daerah sebagai bentuk “bahasa kuno” yang hanya pantas diucapkan oleh para orang tua. Anak-anak pun tidak malu mempelajarinya agar tak dicap sebagai anak zaman dulu.

Tak semua bahasa daerah memiliki sistem tulisan yang terdokumentasi dengan baik. Jadi, jika tak diajarkan di sekolah atau direkam dalam bentuk tinta dan media digital, bahasa tersebut akan punah seiring matinya para penuturnya. Selain itu, pemerintah Indonesia pun tak berdiam diri untuk memperkenalkan dan memberdayakan bahasa daerah agar tetap lestari. Salah satu caranya dengan memprogramkan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional PROGRAM FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU NASIONAL. Program ini bertujuan mengembangkan minat dan rasa cinta generasi muda terhadap bahasa daerah. Dari mulai belajar sampai unjuk kemampuan, anak-anak sekolah akan diajak berpartisipasi dalam berbagai lomba dan kegiatan.

Selain upaya pemerintah, keluarga memiliki peran penting dalam menjaga bahasa daerah. Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak, dan jika mereka tidak menggunakan bahasa daerah di rumah, maka anak-anak pun tidak akan terbiasa menggunakan. Anak-anak yang terbiasa mendengar bahasa daerah akan lebih mudah menguasainya. Selain itu, Mengenalkan cerita rakyat dalam bahasa daerah, baik melalui dongeng lisan maupun buku bergambar, Mengajarkan lagu-lagu daerah untuk membuat belajar bahasa menjadi lebih menyenangkan dan Menggunakan media sosial untuk berbagi konten dalam bahasa daerah, seperti video pendek atau cerita dalam bentuk tulisan.

Di era digital, teknologi dapat menjadi alat yang ampuh untuk melestarikan bahasa daerah. Beberapa komunitas telah mengembangkan aplikasi yang mengajarkan bahasa daerah secara interaktif. Dengan format permainan dan latihan soal, anak-anak bisa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Banyak konten kreator yang mulai membuat video dalam bahasa daerah, seperti vlog, cerita rakyat, dan tutorial dalam dialek lokal. Hal ini membantu meningkatkan eksposur bahasa daerah di kalangan generasi muda. Melalui teknologi, bahasa daerah bisa lebih mudah diakses dan dipelajari oleh generasi muda, bahkan bagi mereka yang tidak tinggal di daerah asal bahasa tersebut. Pelestarian bahasa daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga bahasa agar tetap hidup.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …