
PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DAN ISU KEPUNAHAN
By : Anisa Putri
Bahasa daerah di Indonesia saat ini terancam dengan sangat serius. Kepunahan sudah bukan sekadar potensi, tetapi sudah menjadi kenyataan. Data dari Kemendikbudristek menunjukkan bahwa jumlah bahasa daerah, seperti Tandia di Papua Barat dan Mawes di Papua, sudah tidak lagi digunakan oleh masyarakat. Penelitian dari Australian National University (ANU) pun memperkirakan bahwa ratusan bahasa daerah di Indonesia berisiko punah sebelum abad ke-21 berakhir. Menurut pandangan saya, ini bukan hanya berkaitan dengan menurunnya jumlah penutur, tetapi juga dengan hilangnya nilai-nilai budaya, sejarah, dan identitas komunitas yang telah dijaga selama bergenerasi
Untuk mengatasi masalah ini, bagian dari pemerintah telah mengambil berbagai Tindakan atau perlakuan, antara lain memasukkan bahasa daerah dalam kurikulum pendidikan, mendorong penggunaannya di tempat umum, serta mengadakana acara budaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Anak muda juga dianjurkan untuk lebih sering memakai Bahasa daerah, baik dalam percakapan sehari – hari maupun dalam pembuatan konten digital. Namun, menurut saya , usaha ini tidak akan berjalan efektif jika hanya bergantung pada kebijakan resmi tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk tetap menggunakan dan melestarikan Bahasa daerah dalam kehidupan sehari – hari.
Menurut saya, masalah utama dalam upaya pelestarian Bahasa daerah bukan sekedar keterbatasan kebijakan, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat. Banyak orang tua yang lebih memilih untuk berbicara atau berkomunikasi dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing saat berbicara dengan anak-anak mereka, berharap untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global. Dampaknya, pemakaian Bahasa daerah semakin berkurang dan hanya dianggap sebagai sesuatu yang dipelajari di sekolah, bukan sebagai aspek penting dalam kehidupan sehari – hari yang perlu dilestarikan.
Selain itu, penyusunan jumlah penutur asli bahasa daerah turut menjadi faktor yang mempercepat kepunahannya. Ketika bahasa daerah tidak lagi digunakan dalam komunikasi sehari – hari, secara bertahap bahasa tersebut akan hilang dan akhirnya punah. Menurut saya, pelestarian Bahasa daerah tidak hanya diperjuangkan melalui Pendidikan formal, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari – hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Salah satu strategi yang menurut saya dapat efektif dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah adalah dengan menanamkan rasa bangga terhadap bahasa tersebut sejak usia dini. Orang tua memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam memperkenalkan bahasa daerah kepada anak-anak mereka, sehingga bahasa ini tetap hidup dalam keseharian. Selain itu, media juga dapat berperan penting dengan menyediakan lebih banyak konten dalam Bahasa daerah, seperti film, lagu, dan flatform digital, agar generasi muda lebih tertarik untuk menggunakannya.
Jika pelestarian Bahasa daerah hanya mengandalkan kebijakan pemerintah tanpa keterlibatan aktif masyarakat, maka Bahasa daerah akan semakin tersisih dan berisiko punah. Oleh karena itu, saya percaya bahwa pelestarian Bahasa daerah bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab semua elemen masyarakat agar Bahasa ini tetap hidup dan tidak punah.
admin
25 Jan 2026
Jakarta, 1 Desember 2025 — Beberapa sekolah sekarang mulai ngerasain manfaat dari program Makan Bergizi Gratis yang baru aja jalan minggu ini. Program ini dibuat supaya siswa bisa belajar lebih fokus karena kebutuhan makan mereka sudah terpenuhi. Banyak guru dan orang tua yang senang karena anak-anak jadi lebih siap mengikuti pelajaran. Di sekolah-sekolah yang ikut …
admin
21 Jan 2026
Aceh Tamiang — Tim dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional di Lembaga Bimbingan Belajar SANG JUARA, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (14/1/2026). Kegiatan ini menyasar anak-anak dan masyarakat yang terdampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Mengusung tema “Pemulihan dan Penguatan Pendidikan …
admin
09 Dec 2025
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kelompok 39 Anti Perundungan menyelenggarakan kegiatan edukasi bertema “Game Tanpa Bully” di SMP Dharma Pancasila Medan pada Sabtu, (1/11/2025). Kegiatan ini didampingi oleh Merry Alfrida Sitepu, S.H., M.Kn selaku dosen pembimbing dan Arbiahtul Insani Lubis selaku mentor. Kelompok 39 ‘anti perundungan yang terdiri dari 20 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan …
admin
08 Dec 2025
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Kelompok Perundungan 38 MKWK melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya perundungan (bullying) dan dampaknya terhadap kesehatan mental di MAN 1 Medan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025, yang diikuti oleh siswa-siswi kelas XII IPA dan XII IPS. Medan Tembung – Kelompok Perundungan 38 Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kunjungan sosialisasi …
admin
29 Nov 2025
Medan, 29 November 2025, dari laporan trading economics yang dirilis pada tanggal 14 agustus 2025 mengatakan bahwa Indonesia masih menempati tingkat pengangguran tertinggi di ASEAN pada tahun ini. Tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 4,76% pada periode maret 2025. Angka tersebut setara dengan 7 juta penduduk yang tidak memiliki pekerjaan. Meski begitu,data tersebut menunjukan adanya penurunan …
admin
29 Nov 2025
Medan – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan tampak dipadati warga sejak Sabtu pagi, 29 November 2025. Antrean panjang terjadi setelah beberapa SPBU melaporkan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite menurun signfikan seiring meningkatnya mobilitas warga sejak banjir mulai surut dan cuaca kembali membaik. Kondisi ini membuat pengendara motor maupun …
18 Dec 2024 2.510 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.255 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.188 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.